PART 4 : Defenders Of Meta


PART 4 : Defenders Of Meta
gartawara entertainment

Di sebuah gang sempit yang membelah padatnya kota, udara terasa tegang. Seorang pemuda, Ovanavis Esan, yang akrab disapa **One**, tengah berlari kencang, dikejar oleh seorang pencopet. Dalam upayanya menghindari pandangan si pengejar, One melesat dan bersembunyi di balik dinding bata tua.

Nahas, tempat persembunyiannya ternyata terpapar sinar matahari langsung. One seketika teringat krim tabir surya yang telah ia pakai. Namun, derasnya keringat akibat larian kencang, ditambah sapuan angin yang mengeringkannya, telah melunturkan pelindung kulit itu. Sinar mentari mulai menyentuh kulitnya. Ia hendak pindah, tetapi sadar ia telah terkepung; semua jalur pelarian yang tersisa berada di bawah terik matahari. Pakaiannya pun tak cukup melindungi. Sensasi terbakar mulai menjalar di jemarinya.

Sial merayap perlahan. Para pencopet mulai menyisir area sekitarnya, membuat One terpuruk.

Tiba-tiba, dari balik bayangan suatu benda, muncul sosok berjubah. Bayangan cair itu bertransformasi menjadi seorang wanita dalam balutan kostum yang terinspirasi dari kecoa. One langsung mengenali penyelamatnya: itu adalah **Kroco**, atau nama aslinya **Kairin**.

Dengan sigap, Kairin menolong One, membawanya melintasi sudut-sudut bayangan yang kecil dan luput dari perhatian para pencopet. Mereka bergerak cepat hingga tiba di tempat yang cukup aman: sebuah taman kota yang rimbun dengan pepohonan, meminimalisir sinar matahari mencapai One.

"Terima kasih, Kairin," ucap One lega. Ia lalu bertanya, "Tapi bagaimana denganmu? Apakah kostummu ini tidak menarik perhatian publik di sini?"

Kairin tersenyum. "Tidak apa-apa. Lagipula hari ini adalah Hari Festival Kostum, kau ingat? Semua orang memakai kostum aneh mereka. Jika aku memakainya dan menunjukkannya, maka tidak apa-apa. Identitasku juga tetap terahasiakan. Sekarang, mari aku antarkan kamu pulang."

Mereka pun berjalan menuju pasar tua yang tampak usang. Mereka menyusuri lorong-lorong sepi hingga tiba di sebuah toko yang terlihat tutup. One membuka gembok dengan kunci, menggeser pintu besi itu sedikit, dan mereka berdua masuk ke dalam.

Di dalam, One menaruh barang belanjaannya di dapur, mencuci tangan, dan menyajikan air serta jajanan instan untuk Kairin.

Saat itu, Kairin mendengar gemuruh di plafon. "Apakah itu tikus?" tanyanya.

"Tentu," jawab One santai. "Memang tempat ini tidak terawat. Tikus-tikus itu selalu membuat suara."

Namun, suara gemuruh itu perlahan berubah menjadi lebih aneh. Tiba-tiba, nada suara One pun berubah drastis—lebih impulsif dan tenang.

"Tidak, itu bukan lagi tikus-tikus itu," ujar One dengan nada berbeda. "**Kairin**, kita harus segera menyusul Dom. Dia pasti telah selesai."

Kairin masih kebingungan, mencoba mengingat apa yang dimaksud. Namun, One segera keluar dari tempat itu dan terlihat mulai melawan beberapa sosok aneh menyerupai asap. Kejadian itu sontak menyadarkan Kairin, dan ia segera menyusul untuk membantu. One melepaskan api dari tinjunya, memukul mundur monster asap tersebut hingga lenyap.

Setelah pertarungan usai, mereka kembali membahas monster-monster itu. Kairin baru menyadari ia keliru. Ternyata, kepribadian yang mengambil alih tubuh One adalah **Michael Esan**, yang memiliki ciri khas impulsif dan tenang.

Michael menjelaskan bahwa kemunculan monster asap adalah tanda bahwa tugas **Posd** telah dilaksanakan oleh **Dom**. Michael menyuruh Kairin menggunakan jam teleportasi dan bergegas menuju dimensi saku yang diarahkan Posd. "Di sana, Dom pasti sudah menyelesaikan tugasnya," katanya.

Sebagai tindakan pencegahan, Michael hanya mengaktifkan portal di bawah kaki mereka, yang terhubung ke langit-langit dimensi saku. Saat melihat sekeliling, Kairin terkejut menyaksikan gerombolan monster asap yang jauh lebih banyak di dimensi saku tersebut. Michael melihat beberapa orang terpilih yang kemungkinan besar harus dilindungi. Tanpa pikir panjang, Kairin dan Michael langsung beraksi, menghapus gerombolan monster asap itu

Di dimensi saku, **Dom** telah mengetahui kedatangan One dan Kairin. Ia segera menggunakan kekuatannya untuk menyamar seperti salah satu sosok yang dilindungi, menguntit para monster asap hingga satu per satu lenyap. Michael nyaris menyerang Dom karena salah kira. Dom akhirnya membuat dirinya tembus pandang dan melanjutkan aksinya.

Setelah semua monster dibersihkan, retakan dimensi pun ditambal menggunakan *gadget* Michael untuk mencegah retakan serupa muncul lagi. Namun, Dom mewaspadai tindakan ini, karena monster asap masih berpotensi muncul kembali.

Dom kemudian memperkenalkan Kairin dan Michael (One) kepada para tokoh yang mereka lindungi.

"Untuk apa semua ini?" tanya **Bagas** gugup. "Mengapa kami dikumpulkan? Di mana kami?"

Michael menjelaskan bahwa mereka berada di dimensi saku buatan **Posd**, salah satu pemimpin gerakan **"Defender of Meta"**. Michael sempat terdiam, bimbang apakah harus mengungkapkan kenyataan yang lebih besar.

Dom akhirnya meneruskan, dengan berat hati mengungkap: "Kita semua di sini, dunia ini, apa yang kita saksikan ini adalah **dunia digital**."

Para tokoh sontak terkejut. **Sasha** dan **Puppet** tidak percaya, membantah bahwa kehidupan mereka terasa nyata dan menyalahkan kelompok *Defenders of Meta* karena menyeret mereka ke dalam masalah ini.

Kairin akhirnya ikut menjelaskan, "Memang sulit untuk diterima, tetapi semua ingatan, pikiran, jiwa, kenyataan, dan realita kita ini adalah hasil dari salinan data diri kita di dunia asli, di atas sana."

Kairin menunjukkan hologram yang menampilkan dunia-dunia asal mereka—Sasha, Puppet, Bagas, dan lainnya. Ia bahkan memanipulasi ruang waktu digital, memperlihatkan kondisi saat Bagas ditarik oleh Dom ke dimensi saku, yang langsung dibenarkan oleh Bagas.

Dengan semua bukti ini, Kairin menunjukkan masalah yang akan mereka hadapi. Hologram menampilkan dunia-dunia mereka yang kini kehilangan beberapa benda realita secara misterius, yang kemungkinan besar disebabkan oleh ulah monster asap.

Monster asap adalah sebutan untuk entitas yang wujud aslinya sulit diketahui, membutuhkan program kuat yang hanya Posd yang tahu. "Akan tetapi, Posd sendiri telah menghilang dan diduga terenkripsi pada sistem buatan musuh kita," ungkap Kairin.

"Siapa dia?" tanya **Giz**.

Kairin menjawab, "Dia adalah **Equality Network Of Chain**, atau lebih dikenal sebagai **ENC**. Dia memiliki ambisi untuk melenyapkan dunia digital dengan mengakses sumber daya eksternal ke pasokan Server, yang di sanalah kita berada."

Menurut catatan Posd, informasi mengenai ENC adalah sebagai berikut:

ENC menggunakan avatar dari **297553-75B IP** dengan rekonstruksi manusia, tekstur kalajengking, memiliki sifat pribadi layaknya makhluk laut tetapi sepenuhnya berkonstitusi wujud manusia. Perbedaan mencoloknya adalah wajahnya seperti campuran reptil dan amfibi, dengan janggut berupa tentakel. Beratnya hampir $75\text{kg}$, tinggi $179\text{cm}$. Stamina sangat lambat, tetapi memiliki daya pikir setara manusia umumnya. Kekuatan lain tidak diketahui. Asalnya masih misterius, diduga berasal dari Game *Pyten the Lilinder* sebagai antagonis yang sadar akan keberadaannya. Jejak domain terakhir ditemukan berlokasi pada bagian rekonstruksi *Vanila*, atau dalam bahasa kita, bisa disebut lokasi tersebut seperti Layar Laptop.

Kairin kemudian menciptakan makanan cepat saji yang telah dimanipulasi secara digital. Makanan itu berfungsi meringkas informasi yang dapat diserap pengguna yang memakannya.

Para tokoh memakan sajian itu dan seketika memiliki ingatan terkait gerakan *Defenders of Meta*. Mereka juga mengingat Posd, dunia mereka, dan eksistensi mereka sebagai AI. Dengan kesadaran penuh ini, mereka semua setuju untuk menegakkan pencegahan runtuhnya Metaverse.

______________________________________________

Part 4 tamat

Terimakasih

💵 Dukungan Finansial 💵

https://saweria.co/GARTAWARA



🔍 Link tree 🔎

https://linktr.ee/gvochanel






Komentar

Postingan populer dari blog ini

S1/E4 : Bidang cahaya

ZBS 3 : Seven Scion

S1/E1 : Tempat tinggal baru