S1/E1 : Tempat tinggal baru
S1/E1 : Tempat tinggal baru
gartawara entertainment
FONT : Fira Sans Black Italic
Cerita diawali dengan Bagas yang masih tertidur pulas di kasurnya, dalam gemerlap atap yang berlubang mencolok cahaya kedalam.
Bagas kemudian tersentak bangun dari tidurnya akibat mimpi buruk, untungnya ia tidak terlalu panik karena Bagas tidur di siang hari.
Namun kecemasan Bagas teralihkan oleh barang-barang yang hendak dikemas di hadapannya, dalam pikirannya Bagas bertanya-tanya apa yang sedang terjadi?
Bagas kemudian bergegas menuju ke tempat dimana ibunya berada, setelah menemukannya di dapur, Bagas langsung bertanya, "bu, kenapa ada berbagai macam tas dan barang-barang dapur di depan TV?"
Ibunya Bagas menjawab jika Bagas sebaiknya bertanya kepada ayahnya sembari memberitahu dimana ayahnya Bagas sedang berada.
Bagas pun menghampiri Ayahnya dan menanyakan hal yang sama kepadanya, Ayahnya Bagas pun menjawab jika siang hari ini kita akan pindah rumah.
Bagas lantas bertanya jika mereka akan pindah kemana? Dan mengapa mereka perlu pindah rumah?
Ayah tentunya menjawab karena dengan ada sesuatu yang memerlukan mereka untuk segera pindah, dan Bagas akan segera mengetahui sendiri nantinya.
Mereka akan pindah rumah ke sebuah tempat yang cukup jauh dari keramaian, dan Bagas pasti akan senang, ujar Ayahnya bagas.
Bagas yang tidak tau harus bagaimana lagi pun menyetujui apa yang ayahnya katakankatakan dan kembali ke dalam rumahnya.
Bagas kemudian mulai melihat-lihat keseluruhan ruangan di rumahnya, mulai dari depan.
Sebuah pintu besi yang dapat digulung dan dilipat ke atas, meskipun terlihat karatan, benda tersebut memiliki peran yang besar jika dilihat-lihat.
Kemudian dibagian ruang tamu secara keseluruhan dinding dicat dengan warna kuning pudar, beberapa memiliki bekas coretan karena Mainannya Bagas.
Setibanya di antara ruang tamu dan bagian dalam, banyak sekali bercak-bercak gosong serta goresan dinding yang umum terjadi.
Singkatnya, setelah pukul 12:00, Bagas dan kedua orangtuanya mulai bersiap-siap, beberapa barang berat sebelumnya seperti TV, Lemari, kasur, kompor, dan sebagainya sudah di antar menggunakan grobak tarik.
Sisanya ayahnya bagas meminjam salah satu motor tetangga, Bagas dan ayahnya berangkat terlebih dahulu menuju ke rumah baru, sembari bagas menenteng kardus dan keranjang berisi pakaian di depan badannya Bagas.
Setibanya di rumah baru, Bagas terlihat tidak terkejut melihatnya, karena rumah tersebut terlihat seperti bangunan yang belum jadi seutuhnya.
Rumah barunya terdiri dari ruang tamu, ruang tengah, dan ruang dapur yang bahkan alasnya masih tanah.
Dinding batako yang belum di plaster, banyak kawat besi yang belum tertutup, atap dari berbahan plastik. Namun karena ini adalah yang di tunjukkan oleh ayahnya akhirnya Bagas tetap bersyukur meskipun awalnya terasa kosong.
Bagas memasuki ruangan demi ruangan, dan tiba-tiba saja Ayahnya bagas memanggil dari depan, Bagas kemudian bergegas menuju ke teras.
Ternyata ayahnya Bagas ingin memberi tahu dengan berkata :
"Bagas, kamu di rumah dulu ya, ayah jemput ibu di pasar, nah biar kamu gak bosen di sini mendingan kenalan sama tetangga seumuran kamu di sini"
Bagas mengeluh
"Yaah, aku gak kenal sama sekali tempat ini.. Masa begitu aja aku bertemu teman baru"
Ayah bagas membalas
"Tenang saja Bagas, kamu bakalan tau sendiri kok, nah sekarang ayah ke pasar dulu ya, kamu masukin aja tuh barang-barang ringan kedalam, sisanya yang berat biar ayah dan ibu yang urus ya"
Ayah bagas bergegas pergi kepasar, dan Bagas mulai merapihkan beberapa barang.
Beberapa menit kemudian ada seseorang yang memanggil nama Bagas, Bagas pun beranjak keluar rumah.
Ternyata itu adalah tetangga seumuran Bagas yang kebetulan sedang bermain, dan mengetahui kabar tentang tetangga baru mereka.
Mereka kemudian saling berkenalan, di mulai dari Detyo
"Hai, namaku Detyo Adi, panggil saja Detyo, kenali saja aku lewat gigi ku ini, hehe" Sembari tertawa ringan
"Aku tidak tinggal dimanapun, jadi kamu bisa temukan diriku dimana saja!" Dengan semangat
Lalu kemudian giliran Sandi
"Dan panggil saja aku Sandi, nama panjangku ialah Abyudaya Sandi"
"Aku tinggal tak jauh dari depan rumahmu ini, Jadi jika mau bermain kita ketemuan saja di situ" Ujar Sandi
Mereka berdua memberitahu bahwa mereka sudah tau tentang nama Bagas, karena sebelumnya Ayahnya Bagas lah yang menyuruh mereka untuk menjumpainya. Ucap mereka berdua sambil geli hati
Detyo mengatakan jika satu satunya yang bermain di kawasan ini terbilang cukup ramai, hanya saja mereka lebih asyik bermain bersama-sama.
Detyo juga mengatakan kalau beberapa teman-temannya di tempat ini masih pulang kampung.
Lalu Sandi menanyakan apa yang akan mereka lakukan setelah ini?
Bagas berfikir sejenak dan menjawab
"Kalian belum mampir ke rumah ku kan? Ayo masuk saja"
Namun Sandi mengatakan
"Aduh, terimakasih atas perhatiannya ya gas', tapi aku dan Detyo punya tugas masing-masing"
"Detyo perlu kembali mencari kardus bekas, dan aku sebenarnya di suruh untuk membeli bahan-bahan kue, setelahnya juga aku perlu membantu ibuku"
Detyo juga mendukung pernyataan itu
"Itu benar, aku juga harus... Hey bukan mengumpulkan kardusnya Sandi, Tetapi mengantarkannya ke pedagang kardus sesegera mungkin"
Sembari pamit beranjak pergi meninggalkan Bagas, mereka berdua mengatakan nanti sore atau malamnya saja untuk bertemu kembali.
"Dan ingat! Ngumpulnya di rumah ku ya!"
Ucap Sandi dengan semangat.
Bagas menanggapi permintaan tersebut dan kini kembali melanjutkan tugasnya, yaitu merapikan barang pindahan.
Tak terasa hari sudah sore hari, Bagas bosan dan duduk termenung di belakang rumah.
Bagas terlalu bosan hingga dirinya tidak sadar sedang melamun, hingga kemudian terdengar suara motor yang perlahan mendekati rumah Bagas.
Akhirnya Bagas di sapa oleh Ayah dan ibunya, kemudian sore hari pun tiba.
Bagas dan ayahnya sebelumnya melakukan kegiatan bersih bersih yang sulit, seperti menata kardus-kardus berisi peralatan dapur, membantu menampung air sumur ke toren mini, dan sebagainya.
Akhirnya Bagas bisa beristirahat, dan kebetulan ibunya sudah membuatkan makan malam berupa mie goreng.
Bagas tentu suka sekali akan makanan itu dan dengan lahap ia menghabiskan nya.
Dan malam pun tiba.
Setelah melakukan ibadah, Bagas merasa bosan sehingga ia keluar rumah sebentar. Bagas melihat kalau rumah-rumah disana belum menyalakan lampu, sehingga ia dapat melihat bintang-bintang bersinar terang di atas langit.
Namun, angin yang awalnya tenang perlahan kini makin kencang, Bagas kemudian menyadari dari arah sebaliknya ialah sebuah awan hitam yang sangat besar.
Kemungkinan ini adalah tanda-tanda hujan, akhirnya itu terungkap dengan adanya suara semburan air yang perlahan membesar di kejauhan.
Bagas sontak berlari ke dalam rumah, dan memandangi untuk pertama kalinya hujan di tempat ini, meskipun malam.
Dan derasnya hujan pun membasahi rumahnya, disusul angin yang cukup kencang.
Akhirnya, Bagas yang awalnya ingin di luar tidak jadi, dan akhirnya memutuskan untuk tidur di kamar.
---------------------------------------------------
Chapter 1 tamat
Terimakasih
💵 Dukungan Finansial 💵
https://saweria.co/GARTAWARA
🔍 Link tree 🔎
https://linktr.ee/gvochanel
Komentar
Posting Komentar