PART 6 : Dualitas
PART 6 : Dualitas
gartawara entertainment
Di sebuah sudut kota yang padat, Agni dan kawan-kawan dikejutkan oleh sebuah berita tentang kericuhan misterius di sebuah pabrik. Tanpa pikir panjang, mereka segera meminta izin dari dosen pembimbing masing-masing, meski dengan alasan yang berbeda-beda.
Wae beralasan ingin memastikan pakaiannya tidak dikotori ayam di rumah, namun setelah keluar dari kampus, ia langsung bergegas menuju lokasi sambil berubah menjadi Liquid.
Fangin meminta izin untuk pergi ke kantor pamannya karena terjadi kekacauan di gedung tempat pamannya bekerja. Padahal, ia justru menyalakan motor dan melaju ke lokasi pabrik.
Sementara itu, Hawo yang sedang bertugas menjaga bus praktik terpaksa meminta rekannya menggantikan posisinya. Ia berdalih hendak membeli oli bermerek yang sedang diskon. Begitu jauh dari pandangan, tubuhnya berubah menjadi Gas, melesat cepat menuju tempat kejadian.
Agni sendiri beralasan ada urusan penting dengan tetangganya. Setelah diizinkan, ia pun segera berubah menjadi Plasma dan menyusul ketiga rekannya.
Sesampainya di lokasi, keempat Materials itu berkumpul. Namun Liquid merasa ada yang janggal.
“Kenapa di sini sepi? Tidak ada reporter… tidak ada petugas keamanan?” gumamnya.
Padahal, berita yang mereka lihat sebelumnya jelas memperlihatkan tempat ini dipenuhi kericuhan. Keheningan itu justru menambah ketegangan.
Tiba-tiba, dari balik dinding muncul sesosok pria yang menembus tembok begitu saja—seolah seorang arwah. Dialah Mayol.
“Kalian, para Materials… ikut aku. Kita harus mengalahkan ENC,” ujarnya tanpa basa-basi.
Agni dan yang lain saling berpandangan, bingung dengan perkataan pria misterius itu. Namun Mayol segera mengeluarkan empat gelang bercahaya. Begitu gelang-gelang itu dikenakan, informasi deras mengalir masuk ke dalam benak mereka, seakan-akan dunia menyampaikan rahasianya secara langsung.
Setelah menyerap semua pengetahuan itu, Agni dan kawan-kawan langsung merumuskan sebuah rencana klimaks—sebuah rencana berbahaya. Mendengarnya, Mayol terperanjat.
“Itu bisa mengorbankan nyawa kalian!” serunya.
Namun para Materials telah bulat tekad. Tanpa ragu, mereka mengaktifkan kemampuan teleportasi dan lenyap dalam sekejap, meninggalkan Mayol yang masih terjebak dengan kebingungan dan rasa bersalah.
Mayol memandang langit. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Tapi tiba-tiba langit terbelah oleh kehadiran sosok raksasa yang tubuhnya memancarkan cahaya biru, menggelegar seperti entitas yang sanggup menghancurkan segalanya.
Mayol membeku sejenak, namun ia memaksa dirinya tetap tenang. Cahaya itu kemudian menarik tubuhnya ke atas—semakin tinggi, hingga ia melayang di angkasa. Ia dapat melihat Bumi, Bulan, dan taburan bintang. Lebih mengejutkan lagi, ia masih dapat bernapas.
“Siapa yang melakukan semua ini?!” teriaknya.
Suara berat bergema dari segala arah.
“Tenang, ini aku. Bheta Amic, wujud kosmik dari Bumi yang kalian pijak.”
Sosok itu memperlihatkan bentuk penuhnya: raksasa berenergi biru yang memancar seperti inti planet. Dialah Bheta, Avatar Kosmis dari planet Bumi.
Mayol, masih terkejut, bertanya, “Apa maumu dariku?”
“Aku tidak menginginkan apa pun darimu,” jawab Bheta lembut. “Justru aku datang untuk menawarkan bantuan.”
Mayol semakin bingung, tetapi Bheta melanjutkan.
“Aku tahu apa yang sedang terjadi. Amic sepertiku memiliki kemampuan untuk merasakan segala hal dalam realitas fisik. Bahkan jika ada sebuah pohon berlindung di bawah tanah, kami dapat mengetahuinya. Para Materials berasal dari permukaanku—tentu aku bisa merasakan pergerakan mereka.”
Mayol menarik napas panjang, mencoba mencerna. “Lalu… apa sekarang?”
“Saatnya mengakhiri semuanya,” jawab Bheta. “Namun pilihan itu… ada di tanganmu.”
______________________________________________
Part 6 tamat
Terimakasih
💵 Dukungan Finansial 💵
https://saweria.co/GARTAWARA
🔍 Link tree 🔎
https://linktr.ee/gvochanel
Komentar
Posting Komentar