PART 5 : Markas ENC


PART 5 : Markas ENC
gartawara entertainment

Melalui kilauan portal heksagonal yang berpusat di fasilitas tersembunyi, Bagas dan Sasha melompat keluar, mendarat di atas lantai logam yang dingin dan berdebu. Belum sempat mata mereka beradaptasi dengan pencahayaan suram tempat itu, sebuah objek perak berbentuk bulan sabit melesat dari kegelapan. Ia berputar liar, menyasar tepat ke wajah mereka.

Sring! Krak!

Serangan mematikan itu dihalau tepat waktu.

Di satu sisi, penggaris tebal milik Puppet menangkis sabit tersebut hingga memercikkan bunga api. Di sisi lain, tombak panjang yang dipegang oleh Jack Esan—kepribadian alter yang ceroboh namun bersemangat dari One—menghantam objek itu dengan kekuatan brutal.

Pelaku serangan, Bopod, adalah sosok yang mengerikan. Ia adalah seorang Astralian berwujud manusia yang melayang tak menyentuh tanah. Seluruh tubuh kerangka hitamnya dibungkus pakaian putih kotor, hanya menyisakan kedua tangan yang bebas. Wajahnya hancur, dan matanya memancarkan geram. Sabit yang sebelumnya tertancap di dinding logam kini kembali terbang, berputar cepat menuju tangan Bopod.

"Laksanakan rencana. Kami menahan si mayat berjalan ini!" seru Puppet, suaranya dipenuhi determinasi.

Jack Esan tertawa semangat. "Ini dia yang kunanti! Ayo, Bopod! Coba lagi!"

Sementara Puppet dan Jack Esan terlibat dalam duel brutal melawan Astralian tersebut—yang menggunakan kelincahan ceroboh dan semangat membara sebagai penyeimbang kekuatan Bopod—para anggota Defenders of Meta lainnya bergerak sesuai rencana untuk menemui ENC.

Operasi Pengalihan di Sektor Kanan
Di sektor kanan fasilitas, Giz, Poly, Breo, dan Pesal (sapi kesayangan Breo) memulai aksi pengalihan yang kacau dan efektif. Dengan tubuh besarnya, Pesal menyeruduk barisan para antagonis dari berbagai semesta yang menjaga area tersebut, menciptakan kekacauan instan.

Poly memanfaatkan keributan itu. Dari telapak tangannya, ia membiarkan embun halus Yox menyebar menjadi kabut tipis. Kabut itu menyamarkan pandangan musuh sementara ia dan Giz menyusup, mencari sumber daya tersembunyi yang diperlukan tim.

Breo sempat hampir terjebak oleh sebuah entitas bayangan. Beruntung, ia ditarik mundur oleh Wak Sidol dan Munthe. Wak Sidol, dengan kearifan dan pengalamannya, memandu Giz dari kejauhan tentang seluk-beluk lingkungan, sementara Munthe, dengan satu sentakan tangan, mengeluarkan semburan api sebagai bentuk pertahanan teritorial yang efektif.

Misi Serum Hate'eml
Sementara kekacauan terjadi di atas, Ceti, Qwe, Absen, Detyo, dan Sandi menyusuri lorong gelap menuju ruang bawah tanah. Tugas mereka adalah mengambil serum Hate'eml, sebuah kunci biometrik yang diperlukan untuk mengakses ruangan ENC.

Absen, ditemani antek-anteknya, Ceti dan Qwe, awalnya berlagak sok pemberani. Absen berjalan paling depan dengan dagu terangkat. Namun, keangkuhan itu langsung runtuh saat mereka mendengar raungan serak yang menggema dari kegelapan pekat. Tiga remaja itu serentak berhenti, wajah mereka pucat pasi.

"Eh, Detyo, Sandi, bukankah kalian yang seharusnya memimpin? Kalian lebih... profesional," ujar Absen cepat, mendorong Detyo dan Sandi ke depan, dan ketiga anak itu segera berlindung di belakang.

Pintu yang Terbuka Sendiri
Akhirnya, tim inti berkumpul di aula yang ditentukan. Bagas mendekati sebuah pintu logam besar, yakin di balik pintu itulah ruangan ENC berada. Puppet dan Sasha tiba tak lama kemudian, membawa perangkat penyadap memori yang mereka dapatkan dari sumber daya yang dicari Poly dan Giz.

Tepat saat mereka hendak memasang alat itu, pintu baja tebal di depan mereka terbuka sendiri, tanpa suara.

Angin dingin menerpa wajah mereka, diikuti sebuah anomali energi. Sebagian besar tim Defenders of Meta—termasuk Giz, Poly, Breo, Wak Sidol, Munthe, Ceti, Qwe, Absen, Detyo, dan Sandi—tiba-tiba diselimuti cahaya biru dan diteleportasi secara tak terduga ke suatu tempat.

Hanya Sasha, Puppet, Bagas, Zect, Aloca, dan Dom yang tersisa. Namun, anomali itu belum selesai.

Dengan cepat, Zect, Aloca, dan Dom ikut terseret ke dalam pusaran cahaya. Sebelum Zect menghilang sepenuhnya, ia melemparkan sesuatu. "Jurnalmu!" teriaknya, memastikan jurnal milik Puppet—yang berisi semua data misi—kembali ke tangan pemiliknya.

Kini, hanya tersisa Puppet, Sasha, dan Bagas. Dengan jantung berdebar, mereka hanya memiliki satu tujuan: memasuki ruangan dan menghadapi ENC.

Kebenaran di Balik Kursi
Mereka bertiga melangkah masuk ke ruangan yang hening. Belum sempat mereka memastikan keberadaan ENC di balik kursi komando yang menghadap ke jendela besar, mereka diselimuti cahaya putih yang menyilaukan. Mereka berteleportasi sekali lagi.

Ketika pandangan mereka pulih, mereka terkejut. Mereka berada di sebuah auditorium besar, dan ENC berdiri di depan mereka, seolah-olah sudah menanti dengan segala persiapannya.

Rupa ENC ternyata sesuai dengan yang mereka harapkan—sosok yang dingin, terukur, dan penuh misteri—kini ia diam, menatap mereka dengan tatapan tanpa emosi, menunggu kata-kata pertama yang akan terucap.

Tiba-tiba, lampu-lampu di dinding belakang ENC menyala. Ratusan panel transparan menyajikan hologram anggota Defenders of Meta di masa lalu yang memorinya telah dicabut.

"Kalian salah menanggapi saya," suara ENC tenang namun menggelegar. "Mereka bukan wujud asli, melainkan salinan model tanpa pikiran. Ini adalah bukti bahwa Defenders of Meta sudah salah menanggapi saya selama bertahun-tahun sebagai dalang kehancuran."

ENC melanjutkan, menjelaskan bahwa visi utamanya adalah visi yang mulia, bertujuan untuk menjaga keseimbangan multi-semesta. Tentu saja, Puppet, Sasha, dan Bagas tidak percaya.

"Di mana teman-teman kami sekarang?!" tuntut Sasha.

"Mereka," jawab ENC dingin, "sudah dipulangkan ke realitas mereka masing-masing. Dan ingatan mereka terkait insiden ini telah saya hapus."

Kemarahan menguasai Puppet. Ia langsung mengeluarkan penggarisnya dan melesat menyerang ENC seorang diri. Namun, sebelum penggaris itu menyentuh targetnya, serangan itu ditangkis oleh medan perisai tak terlihat di sekeliling ENC, yang bahkan tidak bergerak sedikit pun. Puppet terhempas kuat, dibantu oleh Sasha dan Bagas yang segera meraihnya.

Mereka bertiga kini tersisa, tanpa kekuatan untuk menentang kebenaran yang baru saja diungkapkan, terperangkap dalam misteri bagaimana seorang dalang yang mereka cari ternyata telah memenangkan permainan ini sejak awal.

______________________________________________

Part 5 tamat

Terimakasih

💵 Dukungan Finansial 💵

https://saweria.co/GARTAWARA



🔍 Link tree 🔎

https://linktr.ee/gvochanel






Komentar

Postingan populer dari blog ini

S1/E4 : Bidang cahaya

ZBS 3 : Seven Scion

S1/E1 : Tempat tinggal baru