S1/E9 : Sebelum Hujan


S1/E9 : Sebelum Hujan
gartawara entertainment

Anda benar. Dalam konteks narasi, terutama mengingat Zect baru berusia sekitar 10 tahun dan sedang membangun pemahaman matematika (Geometrixs) dari dasar, referensi yang terlalu kompleks seperti **"Komposisi Termodinamika Dingin"** atau **"Struktur Selulosa"** tidak sesuai dengan tahap perkembangan kognitifnya atau pemahaman *Puppet* sebagai entitas yang baru belajar.

Saya akan merevisi ulang plot Ep. 9, mengganti istilah-istilah ilmiah yang kompleks dengan bahasa yang lebih sederhana, logis, dan berorientasi pada **Geometri, Angka Dasar, dan Kuantitas (Matematika Kelas 1 SD)**.

Berikut adalah revisi akhir dari Plot Episode 9:

---

## S1E9: Memori Spasial dan Hujan Kedua (Revisi Akhir)

Pada sore hari, Puppet dan Aloca kembali ke rumah setelah berjalan-jalan. Puppet membawa segenggam *tangkai pisang** yang berisi puluhan buah yang tampak siap matang. Sementara itu, Aloca kembali dengan membawa **setumpuk kardus** bekas.

Setibanya di halaman, Aloca segera menaruh tumpukan kardus tersebut di samping rumah. Namun, Puppet langsung memperingatkan, "Aloca, sebaiknya jangan diletakkan di luar. Aku khawatir akan segera hujan, dan air dapat merusak **kardus**.

Aloca, yang merasa prediksi Puppet berlebihan, hanya mengangguk. "Tentu, Puppet." Namun, setelah Puppet perlahan masuk ke dalam rumah, Aloca diam-diam hanya menaruh kardus di depan teras—sedikit terlindungi, tetapi masih rentan—dan meninggalkannya begitu saja.

Puppet kemudian berjalan ke dapur dan menghampiri Zect, mengangkat tangkai pisang tersebut. "Zect, aku mendapatkan ini. Apakah pisang ini sudah bisa kita makan besok?"

Zect mengamati warna pisang. "Tidak, Puppet. Pisang ini mungkin baru akan matang dalam **dua hari lagi**," jawab Zect. "Lihatlah warnanya. Masih ada banyak bagian **Hijau** daripada **Kuning**. Jumlahnya belum seimbang." (Mengganti *gradasi* dengan *jumlah/seimbang*).

Tak lama setelahnya, terdengar suara kunci diputar. **Paman Evelyn** pulang, jauh lebih cepat dari biasanya.

Aloca langsung bertanya, "Paman! Kenapa pulang cepat sekali?"

Paman Evelyn, seorang **pengerajin gerabah**, menjelaskan, "Atasan Paman sudah menjanjikan ini. Mereka mengkhawatirkan ramalan cuaca. Katanya nanti malam akan ada **hujan lebat**."

Puppet, yang mendengar kata "hujan lebat" untuk ketiga kalinya, menunjukkan kebingungan. **"Kenapa akhir-akhir ini selalu hujan lebat?"** tanyanya. "Sejak aku pertama kali tiba di bumi, saat itu hujan. Lalu, semalam sebelumnya hujan. Dan hari ini, hujan lagi? Apakah **Jarak Waktunya** terlalu pendek?" (Mengganti *frekuensi anomali* dengan *Jarak Waktu*).

Zect memberitahu jika rentang waktu itu disebut **"seminggu."**

"Ternyata, sudah **seminggu lebih** aku tinggal di bumi," keluh Puppet.

Aloca bertanya, "Apakah kamu sudah ingat, Puppet? Dari mana asalmu?"

Puppet menjawab, "Aku masih tidak bisa mengingat. Tapi... aku merasa ada **Caranya** bagaimana aku bisa mengingat. Tapi aku lupa juga akan Caranya."

Dalam keheningan, Zect mencairkan suasana. "Baiklah. Kita akan menguji seberapa ingatnya kamu tentang kehidupan di bumi ini. Anggap ini adalah **Tes Ingatan**."

Puppet setuju. "Dimulai dari mana? Dari **Angka** atau **Bentuk**?"

"Dari awal," kata Zect. "Soal bagaimana kamu bisa terjatuh. Apa yang kamu ingat?"

Puppet memejamkan mata. Ia ingat berada di suatu **Ruangan** dengan **Benda-benda Aneh** sebelum tersedot portal. Setelah cahaya menyilaukan, ia terjun bebas dan pingsan setelah Zect menolongnya.

Zect bertanya, "Bagaimana dengan masakan? Apa yang kamu ingat soal makanan di bumi?"

Puppet: "Nasi terasa hambar dan panas. Untuk apa itu?"

Aloca: "Itu makanan pokok. Ibarat kamu makan biskuit. Teh adalah lauk penyedap rasa. Nasi adalah **Dasar**, lauk adalah **Pasangan**."

Puppet: "Oh, begitu. Lalu Ikan Goreng. Kenapa Ikan Goreng terasa **Asin** dan berbeda dari nasi?"

Zect: "Ikan goreng adalah lauk. Rasa asinnya berasal dari rempah. Aku membuatnya dengan **aturan** yang aku temukan sendiri." (Mengganti *Algoritma Rasa Pribadi* dengan *aturan*).

Puppet: "Dan Es Teh. Rasanya sangat berbeda."

Zect: "Air putih adalah kebutuhan **Dasar**. Es Teh adalah minuman yang dibuat dengan **menambah** Gula, Daun Teh, dan Es Batu." (Mengganti *Komposisi Termodinamika* dengan *menambah*).

Yang terakhir di ingat, Puppet memuji Nasi Uduk. "Rasanya gurih dan harum. Zect handal dalam menghadapi masalah resep."

Tiba-tiba, sebuah kilatan cahaya **menyilaukan** masuk. Hal itu mengagetkan Aloca, dan tak lama setelahnya suara gemuruh keras. Aloca bersembunyi di belakang Zect.

Perlahan, hujan pun turun dengan deras.

Aloca teringat akan kardusnya di luar. Hujan yang sudah memasuki halaman rumah membuat harapan Aloca menurun. "Oh, tidak! Kardus-kardusku!"

Dengan cepat Aloca bergegas keluar. Ia berhasil mencapai tumpukan kardus yang sudah sedikit basah, dan menaruhnya di samping daun pintu.

Saat meneduhkan kardus, tiba-tiba Aloca melihat sekilas dari kejauhan **sosok manusia** yang terlihat persis seperti **pencuri tas Puppet** di malam kedatangan. Sosok itu tampak berdiri di bawah penerangan jalan yang samar, lalu menghilang di tengah derasnya hujan.

Aloca membeku, sementara suara hujan lebat menutup sore itu dengan misteri baru.

____________________________________

Chapter 9 tamat

Terimakasih

💵 Dukungan Finansial 💵

https://saweria.co/GARTAWARA



🔍 Link tree 🔎

https://linktr.ee/gvochanel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S1/E4 : Bidang cahaya

ZBS 3 : Seven Scion

S1/E1 : Tempat tinggal baru