S1/E10 : Teka-Teki Tanda X
S1/E10 : Teka-Teki Tanda X
gartawara entertainment
Di bawah guyuran hujan lebat yang tiba-tiba, Aloca membeku. Ia menunjuk ke kejauhan dengan tangan gemetar.
“Puppet,” ucap Aloca dengan nada penuh keraguan, “Itu… itu orang yang mengambil tasmu!”
Puppet sontak tercengang. Sosok yang telah menghalangi tujuannya untuk kembali ke dunianya kini berada tepat di hadapannya. Rasa kekesalan dan frustrasi memuncak, Puppet bergegas melewati rintikan hujan tanpa memikirkan basah.
Sosok tersebut, yang menyadari dirinya telah ketahuan, perlahan-lahan mencari cara untuk menjauhi mereka. Zect dan Aloca awalnya bingung harus bagaimana, tetapi akhirnya ikut menyusul Puppet.
Pakaian mereka basah kuyup. Zect dan Aloca kesulitan melihat di bawah derasnya hujan, tetapi Puppet teguh demi memecahkan misteri ini.
Sosok itu—yang tubuhnya hampir seluruhnya hijau dengan pola daun, dan kepalanya berwujud **semangka parabola** dengan simbol **$X$ kuning** di wajahnya—akhirnya lepas dari jeratan semak belukar dan bergerak menjauhi mereka.
Kejar-kejaran berakhir ketika mereka tiba di sebuah jalan setapak yang memiliki persimpangan dengan dua jalur. Di sisi kiri ada papan bertuliskan **“Desa Virendra 1”** dan di sisi kanan bertuliskan **“Desa Virendra 2.”** Sosok misterius itu menghilang di persimpangan.
Puppet menghentikan langkah, memasrahkan diri dalam keputusasaan. Zect dan Aloca menyusul di belakangnya, terengah-engah.
Tiba-tiba, Aloca melihat sesuatu di semak-semak dekat persimpangan. Berdasarkan jejak kaki basah yang ia kenali, Aloca menemukan sebuah petunjuk.
Ada dua lembar kardus yang tertutup plastik bening untuk melindunginya dari hujan. Kardus pertama bertuliskan **"1+"** dan kardus kedua bertuliskan **"1"**. Di atasnya ada catatan kecil: **"Ikuti petunjuknya, ini permainan ku."**
Puppet tersadar. "Ini sengaja diletakkan untuk kita. Sosok itu ingin kita bermain dulu," katanya tegas. "Aku tahu operasi hitung sederhana ini, tapi aku ingin mengujimu, Zect."
Zect berpikir sejenak. "Satu ditambah satu. Hasilnya **Dua**."
"Tepat," ujar Puppet. "Mari kita ikuti **Petunjuk Dua**."
Mereka pun bergegas menuju sisi kanan, ke arah papan tanda **Desa Virendra 2**.
---
## Pencarian dan Pengujian Geometris
Sesampainya di area luar kompleks perumahan, pandangan mereka teralihkan oleh papan kependudukan yang bertuliskan: **"Jalan Anggrek: 13 rumah / RT Desa Virendra 2."**
"Apakah ini termasuk ujian juga?" tanya Aloca.
Zect melihat benda yang sama di dekat papan, sebuah selembar kardus tertutup plastik. Tertulis: **"10 - 3"** dan **"Cari aku di sana."**
Puppet segera menyelesaikan soal itu. "Sepuluh dikurangi Tiga. Jawabannya **Tujuh**."
Mereka berdebat. "Apakah itu rumah ke-7 dari sini, atau rumah ke-7 dari ujung sana?" tanya Aloca.
"Kita tidak punya **Data Titik Awal** yang jelas," ujar Puppet. "Kita harus menyelidiki semua rumah yang berurutan tujuh."
Karena Puppet tidak membawa jubah anti-air, Aloca melanjutkan pencarian di area sebaliknya, sementara Zect dan Puppet mulai menyelidiki dari sisi terdekat (rumah ke-7). Namun, tidak ada apa-apa.
Puppet berpikir keras. Zect kemudian teringat: "Puppet, di ujung kardus sebelumnya, ada simbol seperti **Jarum Dua Sisi**! Itu **Kompas**, merujuk pada arah mata angin!"
Zect segera memetakan persepsi visual atap rumah-rumah seolah-olah balok datar di atas kertas. Bagian atas kertas adalah **Utara**.
"Jika 10-3 bukan berarti jarak rumah, mungkin itu berarti **Koordinat**," kata Zect. "Sepuluh ke kanan, dan Tiga ke bawah (dari Utara). Atau Tiga ke kanan dan Sepuluh ke bawah. Mengingat kompleks ini tidak terlalu panjang, **Sepuluh ke Kanan** lebih mungkin!" (Menggunakan **Konsep Grid** sederhana).
Kebetulan jarak yang diprediksi Zect dekat. Zect mengajak Puppet mengikutinya. Mereka juga berjumpa dengan Aloca yang tidak membuahkan hasil, dan mereka bersama-sama mencari jawabannya.
Dugaan Zect benar. Di rumah tak berpenghuni tersebut, dinding kayu memiliki tulisan arang: **"X"**.
---
## Multic dan Dunia MATH
Tak lama dari itu, Zect menyadari ada seseorang di belakang mereka. Ya, itu adalah sosok misterius tersebut.
Mereka terkejut saat sosok itu berbicara. **"Selamat, kalian cukup baik dalam menyelesaikan teka-teki mudah ini,"** ucapnya dengan santai.
Puppet menyela, suaranya tegas, "Siapa namamu? Kenapa kamu mencuri barang-barangku?!"
Sosok tersebut menjawab, namanya adalah **Multic**. Alasan dirinya mencuri barang Puppet adalah hal yang sangat penting. Multic menjelaskan: Ketika retakan portal itu muncul, Puppet tidak sendirian. Multic juga **terbawa hisapan portal** yang sama.
"Aku adalah bayangan yang kamu lihat dalam ingatan samar-samar, Puppet," ujar Multic. "Aku terhempas beberapa meter darimu. Aku sempat mencarimu, tapi setelah kamu dibawa Zect ke rumah, aku pingsan."
Zect heran. "Kenapa kamu tahu namaku?"
Multic tersenyum samar. "Sejak hari pertama, aku sudah **memantau** kalian, mempelajari bagaimana Puppet berinteraksi. Zect pernah memotret, Aloca pernah menangis."
Zect dan Aloca terperanjat kaget.
Puppet perlahan bertanya, **"Bagaimana cara kita kembali? Dan bagaimana dengan kondisi Dunia asal kita?"**
Multic menjawab dengan berat hati, "Tidak tahu. Portal tersebut dibuat dengan teknologi dari dunia kita sendiri. Aku belum yakin apakah di sini ada teknologi yang sama untuk membangun portal menuju **Dunia MATH**."
"Akan tetapi, kondisi dunia kita..." Multic terdiam.
"Dunia asal kita sedang dalam keadaan tidak baik," lanjut Multic. Ia menjelaskan bahwa sejarah tempat mereka terdiri dari beberapa Ras, termasuk **Ras Enigma** (ras Puppet) dan **Ras Tihpun**. Kemajuan ilmu pengetahuan di sana disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Multic sendiri adalah **Kesatria dari Kerajaan Etnic** dan tidak terlibat politik.
Puppet bertanya, "Bagaimana kehidupanku? Bagaimana dengan keluargaku?"
Multic menjawab jujur, "Aku belum mengenalmu. Tapi sejauh yang aku ingat, kamu masih memiliki orang tua." Puppet tercengang.
Saat hujan mereda, Puppet melihat Zect dan Aloca menggigil. Multic menyarankan mereka kembali. Sebelum berpisah, Multic memberikan barang-barang yang ia ambil dari Puppet dan meminta maaf.
Puppet memaklumi, tetapi menawarkan Multic untuk ikut bersama mereka. Multic menolak, beralasan belum saatnya berinteraksi terlalu dekat dengan makhluk dari dimensi lain. "Aku bisa menjaga diriku sendiri dan akan terus memantau. Barangkali kita akan berjumpa kembali untuk pulang."
Puppet dan teman-temannya kembali pulang. Sesampainya di rumah, mereka menghangatkan diri dengan teh.
"Semua ini ada maksudnya," ujar Puppet, berpikir positif. "Multic sedang mencoba mengujiku untuk dapat mengingat kembali, tapi sepertinya sama saja."
Puppet menatap Zect dan Aloca. "Di hari-hari ke depannya, Multic akan menguji kita. Kunci untuk kembali ke Dunia MATH adalah Matematika."
Hari itu, mereka tidak hanya pulang dari hujan, tetapi juga menggapai tujuan baru: untuk dapat memahami logika dan ilmu yang akan segera mereka pelajari, membantu Puppet dan dunia asalnya.
____________________________________
Chapter 10 tamat
Terimakasih
💵 Dukungan Finansial 💵
https://saweria.co/GARTAWARA
🔍 Link tree 🔎
https://linktr.ee/gvochanel
Komentar
Posting Komentar