S1/E2 : Aturan orbit planet

S1/E2 : Aturan orbit planet
gartawara entertainment

Setelah 3 Juta tahun yang sunyi yang hanya berisi bebatuan dan debu yang bertabrakan dan saling membentuk bebatuan yang lebih besar.

Di jarak 3,5 AU, sebagian Gas dan debu disekitarnya mulai runtuh dan memiliki daya.

Setelah itu akhirnya terbentuklah Sebuah protoplanet sedang yang masih belum sadar.

Matahari yang menyadari hal itu melihat sebuah keajaiban di dekatnya, setelah sekian lama dari banyaknya Debu dan gas yang berpotensi membentuk Protoplanet, hancur akibat gravitasi Matahari.

Namun kini akhirnya Satu dari beberapa berhasil untuk hidup. 

Protoplanet tersebut terbangun dari tidurnya seiring wujudnya mulai terlihat dan bertanya apa yang terjadi.

Mendengar pertanyaan dari teman barunya untuk pertama kali itu, matahari pun menjawab jika ia adalah sebuah planet, dan menamainya sebagai Jupiter Jovi.

Setelah beberapa perbincangan tersebut, Matahari kemudian memberitahukan jika Jupiter hanya perlu berada di orbitnya untuk memastikan ketentuannya benar sebagai sebuah planet, dan agar Jupiter yang semakin membesar itu juga mencegah beberapa Protoplanet hilang lagi.

Jupiter pun menerimanya dan berjanji untuk mengikuti ketentuan Matahari.

Matahari kemudian berbalik kembali meninggalkan Jupiter yang masih bertanya-tanya benda apa saja yang ada di sekelilingnya ini?

Setelah 3/7 putaran orbit Jupiter, Jupiter kemudian melintasi beberapa lokasi yang memiliki Awan dan gas menggumpal.

Disaat itu ia melihat juga beberapa benda seukuran lebih kecil darinya terlihat, dalam pengelihatan Kosmik, ia tidak menemukan apapun dari perumpamaan Benda langit tersebut.

Akhirnya ia kembali berjalan di orbitnya sembari memainkan beberapa Asteroid.

Sampai pada suatu hari saat Jupiter kembali lagi di tempat yang sama, benda langit tersebut hilang entah kemana.

Alhasil Jupiter yang penasaran mulai mencari tau dimana Benda langit yang menghilang itu, namun ia dicegah oleh matahari, sehingga menimbulkan pertanyaan dari Jupiter.

Jupiter lantas menanyakan apa yang salah kepada matahari, dan mendekati matahari.

Matahari menjawab apakah Jupiter melupakan perjanjiannya kala itu, jika Jupiter melanggarnya maka Matahari tak segan-segan untuk melemparkan asteroid yang tidak ada habisnya ke arah Jupiter.

Awalnya Jupiter ingin memberitahukan apa yang ia sedang lakukan namun matahari menyelanya terlebih dahulu dengan mengatakan jika ia tidak mau mendengar permasalahan lainnya.

Tentunya Jupiter yang mendengarkan akan hal itu akhirnya menahan rasa penasarannya untuk menemukan benda langit misterius tersebut.

Disisi lain, Matahari kembali berbalik badan merenungi masa lalu nya di tempat ia berada, namun kemudian ia melihat sekilas sebuah benda bulat di balik sabuk asteroid.

Kemudian Matahari mendekati benda bulat tersebut secara perlahan, namun karena ia perlu memperhatikan langkahnya agar para Protoplanet disekitarnya tidak hancur.

Akibatnya benda bulat misterius tersebut hilang dari pandangan Matahari, ia kemudian meminta agar benda bulat misterius tersebut untuk tidak takut terhadapnya.

Kemudian munculah kembali Jupiter melalui jalur orbitnya yang kebetulan melewati pandangan matahari.

Matahari kemudian memberhentikan Jupiter, tentunya hal itu membuat Jupiter bertanya-tanya apa yang ingin ditanyakan oleh Matahari?

Matahari mengatakan jika ada sebuah benda misterius dibalik Sabuk asteroid tersebut, dan sinarnya tertutupi oleh debu-debu disekitarnya, apakah Jupiter tau tentang ini?

Jupiter tentunya tau akan hal itu, bahkan ia mengungkit peringatan matahari sebelumnya tentang himbauan orbitnya.

Matahari minta maaf akan hal itu, namun kini ia memohon bantuan kepada Jupiter untuk melihat-lihat objek aneh tersebut.

Namun tetap di dalam kawasan orbitnya, karena diduga disekitar Asteroid tersebut ada beberapa protoplanet yang masih belum hidup dan berpotensi tumbuh.

Jupiter pun menerimanya, dan mulai mengitari orbitnya sembari memanggil benda bulat misterius tersebut.

Namun Jupiter tidak menemukannya karena bebatuan dari sabuk asteroid tersebut selalu menghalangi pandangannya.

Ia kemudian menemukan cara dengan membersihkan beberapa bebatuan kecilkecil disekitar sabuk tanpa diketahui oleh Matahari.

Dengan salah satu bongkahan asteroid aneh yang tidak sengaja tertarik oleh gravitasi Jupiter, tiba-tiba muncul Planet gas lain dari depannya.

Planet tersebut terlihat berlari dan seperti ingin mengejar bongkahan asteroid yang tertarik oleh gravitasi Jupiter.

Untungnya sebelum sempat tertabrak, Planet gas tersebut menyadari keberadaan Jupiter segera bersembunyi di balik sabuk asteroid.

Jupiter juga menyadari ada Planet lain selain dirinya, dan terus memanggilnya.

Dalam keadaan takut planet tersebut akhirnya memberanikan diri untuk menunjukkan dirinya di hadapan Jupiter.

Jupiter kemudian terkejut melihat hal itu karena selama ini tidak ada planet lain selain dirinya di awal -awal pembentukan tata surya.

Jupiter menanyakan siapa nama dari Planet tersebut? 

Planet tersebut ragu untuk menjawab, namun pada akhirnya ia menjawab bahwa namanya adalah Saturnus yang ia buat sendiri, Saturnus adalah planet Gas Proto yang sama dengan Jupiter. 

Namun ia tidak bisa mendekati Jupiter lebih karena terhalang oleh sabuk asteroid, tentunya Jupiter mengatakan jika hal itu tidak apa-apa.

Namun Saturnus mengatakan jika ia sebelumnya juga memperhatikan Jupiter dan matahari sedang membicarakan agar tetap berada dalam orbitnya masing-masing saat ini, jika tidak, yang melanggar hukum alam akan di hukum oleh matahari.

Jupiter kemudian menyepelekan hal itu, karena ia berfikir bahwa ia dan Uranus adalah planet gas yang seiring waktu nantinya akan semakin membesar, dan bila di hukum oleh matahari menggunakan asteroid, maka asteroid tersebut tidak terlalu sakit karena permukaan mereka rata-rata ialah Gas.

Namun Saturnus tetap memilih tempat aman dan berfikir pasti ada cara lain yang akan ditemukan oleh matahari, dan itu juga untuk kebaikan tata surya di masa mendatang nantinya.

Jupiter kemudian menerima pendapat Saturnus dan minta maaf atas ketidaknyamanannya.

Saturnus kemudian memaafkannya, dan mengatakan apa yang akan kita lakukan selanjutnya?

Jupiter menjawab jika Saturnus hanya perlu memberitahu tentang dirinya kepada matahari untuk membuatnya sedikit gembira menyambut planet baru di sistemnya.

Dan setelahnya kita akan akan mengelilingi orbit masing-masing sembari menemukan protoplanet lain untuk di jaga sampai bangun.

Saturnus menyetujui saran dari Jupiter dan Sayur akan mencari protoplanet yang berpotensi berada di luar sabuk asteroid pertama ini, dan akan dikenal sebagai Bagian planet luar.

Dan Jupiter akan mengecek berbagai potensi terbentuknya protoplanet di Bagian planet dalam atau lebih dekat dengan matahari nantinya bersama-sama.

Jupiter mendukung pernyataan Saturnus, dan kini mereka masing-masing mulai mengorbit Matahari dan saling berbagi informasi.

Chapter 2 tamat

Dukung kami kembali agar kami bisa selalu mengupload konten-konten menarik di sini melalui :



💵 Dukungan Finansial 💵

https://saweria.co/GARTAWARA



🔍 Link tree 🔎

https://linktr.ee/gvochanel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S1/E4 : Bidang cahaya

ZBS 3 : Seven Scion

S1/E1 : Tempat tinggal baru