S1/E1 : Tidak selalu tenang
gartawara entertainment
FONT : Black Ops One Regular
Cerita diawali dengan seorang remaja laki-laki yang pada hari ini mendapatkan dosen yang mengajar hingga 3 shift di hari yang bersamaan.
Dalam keluh kesahnya Laki-laki itu pun mulai berangan-angan dengan kehidupannya, dalam keadaan hampir seperti mengantuk.
Ia memberitahu bahwa namanya adalah Agni opika, Agni kini ialah seorang mahasiswa baru di Universitas Tecnosteril, universitas ini dikenal dengan fasilitas dan keberagaman Jurusan yang sangat banyak serta lengkap.
Agni adalah Mahasiswa dari jurusan sosiologi seperti apa yang ia minati, dan baru menempuh pendidikan tersebut selama 1 bulan di tempat itu.
Kemudian dosennya tiba-tiba menghampiri meja Agni dan menanyakan mengapa Agni terlihat tidak memperhatikannya.
Agni yang bingung pun akhirnya menjawab jika ia tidak apa-apa dan secara tidak sengaja mengucapkan jika ia hanya mengantuk akibat bergadang tadi malam.
Hal itu tentunya membuat Dosennya merasa kesal dan akhirnya melontarkan pertanyaan tentang Apa yang terjadi jika Agni berasa dalam kondisi memilih pilihan di kedua kondisi genting?
Agni lantas menjawab jika ia hanya perlu memainkan ponselnya untuk menghindari adaptasi sosial!
Tentunya jawaban tersebut membuat mahasiswa di sekitarnya tertawa dan melontarkan pernyataan jika yang Agni bicarakan itu adalah apa yang hanya ia Terima dari yang namanya "Kepikiran".
Tentunya hal itu membuat Agni merasa malu, dan Dosennya terlihat pusing merasa frustasi untuk kembali memberikan materi.
Kemudian dosen memberikan pernyataan jika Agni tidak berusah lebih mengejar keinginannya di jurusan ini maka nantinya bisa saja Agni akan mengulangi Materi kuliah di semester pertama kembali.
Menyangkut terhadap yang dibicarakan tentang apabila Agni dihadapkan pilihan dalam 2 keadaan, akan disayangkan jika hal tersebut tidak Agni pelajari dengan serius dan nantinya akan menyusahkan Agni itu sendiri.
Agni yang mulai geram hampir saja melampiaskan emosinya dengan nada bicara yang terlalu kuat / tidak sopan.
Alhasil Dosennya mengatakan jika Agni beruntung saat ini, karena jika sebelumnya Dosen pernah melakukan Blok selama berminggu-minggu terhadap mahasiswa karena sudah melanggar kode etik.
Agni yang tidak mau membuat resiko yang lebih besar akhirnya meminta maaf dan menanggung malu tentang dirinya dihadapan mahasiswa lainnya.
Kini karena sudah larut malam, Dosen pembimbing akhirnya mengesempati untuk para mahasiswanya agar pulang kembali setelah seharian diberikan materi berturut-turut.
Dosen pun pergi dan ruangan yang awalnya ramai akan mahasiswa kini satu persatu dari mereka mulai meninggalkan ruangan.
Agni tentunya melakukan hal yang sama, dan kini ia pulang dengan menunggu mobil angkot yang akan lewat sesuai shift seperti biasanya.
Namun setelah sekian lama menunggu mobil tersebut tak kunjung tiba.
Akhirnya Agni terpaksa menggunakan Aplikasi ojek online, yang kemudian akan tiba di lokasi menjemput Agni secepat mungkin.
Namun Angkot yang sebelumnya belum melewati tempat tersebut akhirnya tiba, dengan sopir yang sama, namun kernet yang berbeda.
Selain itu, di dalam angkot tersebut tidak ada satupun penumpang.
Melihat keadaan yang janggal tersebut, akhirnya Agni mencari alasan agar saat ini tidak menaiki Kendaraan umum tersebut.
Namun kernet angkot terus melontarkan saran kepada Agni agar ia menaiki angkotnya sebab saat ini adalah jam ekstra, mengarah langsung menuju tempat tinggalnya, sekaligus ongkos akan lebih kecill dari biasanya, dengan alasan bahwa mereka hari ini lembur.
Agni yang menyimak hal itu mulai merasa lebih khawatir dan kemudian bilang jika ia bisa menunggu jemputnya yang segera tiba.
Namun kernet tersebut bersikeras jika itu yang diperlukan olehnya, maka Agni bisa menumpangi angkot ini untuk sementara waktu tanpa biaya, seolah-olah mengasihani Agni yang cukup letih agar bisa bersantai lebih di bangku angkot nantinya.
Kernet tersebut juga mengatakan apa salahnya bilang ke penjemput tersebut untuk tidak jadi menjemput Agni?
Akhirnya Agni mulai terbujuk dan mulai meraih ponsel di sakunya.
Ia kemudian mulai membatalkan ringkasan pelayanan ojek online yang padahal estimasi kedatangannya hampir dekat.
Dan kemudian masuk kedalam angkot.
Kemudian angkot tersebut berjalan, dan diiringi pertanyaan Sopir angkot yang terdengar kaku menanyakan kemanakah ia harus membawa anak itu?
Kemudian Kernet tersebut menanyakan dimana tempat tinggalnya Agni?
Agni yang mendengar itu pun mulai bingung dengan orang-orang disini, mengapa mereka menanyakan tempat tinggalnya, dalam hati.
Kernet tersebut pun terus menanyakan hal yang sama, sampai sampai menggertak Agni memaksanya untuk memberitahu tempatnya??
Agni yang berusaha berfikir kritis, memberitahu jika ia tinggal di jalan Gajah No.100, hanya perlu lurus hingga 5 lampu merah dan setelah itu belok ke kanan.
Kernet tersebut akhirnya mengatakan terimakasih kepada Agni, dan memberitahu ke sopir jika segerakan angkot ini menuju ke tempat anak ini.
Agni pun mulai sedikit mempercayai mereka, sembari mengatakan jika ia adalah mahasiswa baru di Universitasnya.
Sekaligus mengatakan "Aku juga sebenarnya di tempat tinggal, hanya tinggal sendirian kalau.."
Tiba-tiba mobil melambat, dan Agni tiba-tiba ditarik paksa untuk keluar, sehingga ia tersungkur di atas aspal.
Kernet tersebut juga mengatakan terimakasih atas informasinya, karena Agni tinggal sendiri dan tempat tinggalnya dikatakan sepi, tentunya hal tersebut akan menjadi aksi pencurian yang mudah baginya.
Juga yang ia ketahui di daerah tersebut sejak lama hanya terdiri dari persawahan yang gelap dimalam harinya.
Mobil angkot tersebut pun tancap gas dan segera menuju ke tempat tinggalnya agni.
Agni yang panik pun mencari berbagai cara namun tidak ia temukan.
Tiba-tiba Agni melihat sekilas wajah pengendara motor ojek online yang mirip dengan yang ia pesan sebelumnya.
Tanpa pikir panjang ia mencegat driver tersebut, sampai hampir saja terjadi tabrakan, dan untungnya di tempat tersebut sedang sepi arus lalu lintas.
Driver tersebut akhirnya memarahi Agni atas tindakannya, apalagi ia sedang mengejar waktu estimasi ke customer selanjutnya.
Agni kemudian membuka ponselnya dan menunjukkan identifikasi nama pemilik yang memesan pelayanan sebelumnya.
Driver tersebut akhirnya paham dengan situasi, dan langsung menanyakan apa yang diperlukan oleh Agni?
Agni menjawab jika ia perlu pergi ke alamat berikut dengan cepat, karena ada perampokan yang akan segera terjadi di sana, dan memohon bantuannya kepada driver tersebut.
Tak berfikir panjang driver tersebut akhirnya membawa Agni bersamanya ke alamat yang dituju dengan secepat mungkin.
Akhirnya mereka berdua sampai di tempat tinggalnya Agni dan mendapati kedua orang tersebut akhirnya di tangkap oleh pak satpam, serta dikerumuni warga setempat.
Agni kemudian menanyakan bagaimana kronologinya kepada pak satpam tersebut.
Pak satpam mengatakan jika sebelumnya didepan gerbang hanyalah kekosongan saja, dengan lampu yang tidak menyala.
Kemudian tiba-tiba ada sebuah mobil masuk tanpa melapor ke pos tersebut.
Alhasil satpam segera menutup akses dan menyalakan lampu di seluruh kawasan.
Kemudian Agni menyadari sopir tersebut ialah Pak slam, pak slam kemudian memberitahu jika ia sedang di paksa oleh orang yang mengusulkan dirinya menjadi kernetnya agar pak slam mematuhi perintahnya.
Jika pak slam tidak mematuhinya, maka ia akan di berikan ancaman buruk, akhirnya ia menyesali tindakannya dan meminta maaf kepada Agni atas kejadian ini.
Agni yang berfikir akhirnya memafkan Pak slam, pak slam kemudian dilepaskan ikat tangannya dan dibebaskan dari kejadian ini.
Namun Agni tidak Terima dengan perlakuan oknum yang menyandera Sopir angkot tersebut, dan memberikan saran untuk membawanya ke kantor polisi untuk diselidiki oleh warga lainnya.
Mereka pun segera membawa Kernet abal-abal tersebut ke kantor polisi terdekat, dan beberapa menanyakan saksi serta bukti yang terjadi pada Agni sebelum mereka pergi ke kantor polisi.
Setelah Agni memberikan informasi secara detail, akhirnya lokasi kembali tenang dan mulai kembali sunyi.
Tak lama setelah itu pula, Ponsel driver tersebut berdering, dan driver tersebut menatapnya.
Agni kemudian minta maaf kepada Driver tersebut karena memaksanya untuk mengikuti masalah agni, sampai-sampai membatalkan customer lainnya.
Ia juga minta maaf jika Agni membatalkan pesanan sebelumnya.
Driver tersebut kemudian tertawa dan memberikan penjelasan jika apa yang Agni katakan adalah keliru.
Driver tersebut mengatakan jika Agni sama sekali tidak membatalkan pesanannya, mungkin ia tidak terlalu memperhatikan tombol cancel pada layar ponselnya nya.
Agni kemudian melihat ponselnya dan mendapati jika riwayat pesanan masih berjalan, serta lokasi penjemputan ternyata berawal dari Tempat tinggal kos nya menuju Universitasnya, ia lupa mengatur lokasi.
Agni kemudian memberikan angkos yang diperlukan sesuai dengan lokasi penjemputan.
Namun Pak slam memberitahu jika biarkan dia saja yang membayar keperluan Agni, karena Agni sudah membantunya dengan memberitahu agar ia bisa diselamatkan di tempat ini.
Driver tersebut akhirnya menawarkan kesempatan gratis kepada Agni, dan Pak slam tidak perlu membayarnya, karena kejadian saat ini cukup membuatnya tidak memerlukan pendapatan lagi.
Mereka bertiga pun sepakat dan mulai pergi satu persatu.
Tentunya Agni tetap berterimakasih kepada mereka atas bantuannya, dan disaat-saat seperti biasanya Agni akan menaiki Angkutan umum mereka.
Agni kemudian menghampiri Kamar kos nya, dan beristirahat untuk malam ini.
Episode 1 Tamat
Dukung kami kembali agar kami bisa selalu mengupload konten-konten menarik di sini melalui :
💵 Dukungan Finansial 💵
https://saweria.co/GARTAWARA
🔍 Link tree 🔎
https://linktr.ee/gvochanel
Komentar
Posting Komentar