ZBS 1 : Sasha yang tersesat
ZBS/GARTAWARAVERSE/ID/2024/ZBS/TIMELINE/8/2008/S/BC
Cerita Diawali oleh seorang gadis kecil berusia 11 tahun yang bernama Sasha.
Ia sedang berjalan tanpa arah, mengingat bahwa ia sebenarnya sedang tersesat karena kecerobohannya
Ia terlihat letih karena sebelumnya ia Berjalan tanpa henti.
Sampai-sampai ia sudah melewati berbagai macam tempat seperti ladang gandum, persawahan, sungai, jalan raya, dan kini.
Sampai ia akhirnya berada di sebuah perkampungan,
Karena sebelumnya ia membeli minuman penyegar yang tidak baik, akhirnya ia kehabisan uang dan kini dehidrasi yang menyebabkan Sasha sangat letih.
malam pun tiba, namun Sasha masih terus berjalan tanpa tujuan.
Sampai akhirnya ia benar-benar kelelahan dan akhirnya terjatuh kemudian pingsan di sebuah Jalan berbatu di sebuah pemukiman.
Sontak Wak sidol yang melihat hal itu langsung membawa Anak tersesat tersebut untuk beristirahat di rumahnya.
Keesokan harinya Sasha terbangun Dalam keadaan bingung, Ia melihat ke segala arah dimana hanya ada ruangan kamar.
DI suasana itu masih gerimis mendung, sehingga Suasana terlihat aneh dan gelap.
Sasha kemudian melepaskan Kompres yang ada di dahinya.
Kemudian ia berjalan mendekati pintu, setelah terbuka, Sasha langsung melihat-lihat.
Namun tiba-tiba muncul Seorang Kakek dengan kacamatanya, Ia mengejutkan Sasha sehingga ia sedikit terjatuh.
Kakek tersebut memberi tahu namanya ialah Wak sidol, dan bertanya Siapakah nama anak perempuan tersebut.
Sasha pun menjawab pertanyaan tersebut dan kemudian bertanya mengapa Sasha ada disini.
Wak sidol pun menuntun Sasha ke depan teras.
Mereka pun berbincang-bincang sebentar, sampai Wak sidol akhirnya tahu kalau Sasha sebenarnya bukanlah dari kampung ini, dan juga Sasha sebenarnya Hilang ingatan, sehingga Sulit bagi Wak sidol untuk menemukan keluarganya Sasha.
Keesokan harinya Sasha sarapan pagi. Ia kini cukup akrab dengan Wak sidol
Sasha pun bertanya, bagaimana Cara Wak sidol akan menemukan keluarganya Sasha, sedangkan Sasha saja tidak mengingat masa lalunya tersebut.
Wak menenangkannya Sasha bahwa Sasha harus kuat dan yakin, yang pasti Wak sidol akan segera mengembalikan Sasha ke keluarganya. Karena mungkin saja sekarang ini, keluarganya Sasha sedang ikut mencari keberadaan Sasha.
Hari itu pun berlalu
Keesokan harinya Sasha diberitahukan oleh Wak sidol bahwa apakah Sasha ingin mengunjungi sebuah acara di kampung ini.
Sasha bertanya, acara apakah itu.
Wak pun menjawab bahwa acara tersebut Bernama Lomba tujuh belasan Agustus, dimana setiap Setahun sekali di rayakan untuk memperingati Hari kemerdekaan negara kita. Indonesia.
Sasha pun sedikit ragu. namun akhirnya ia menerima.
Singkatnya Sasha pun di antar ke tempat acara lomba tersebut.
Wak sidol berkata bahwa Wak tidak bisa menemani Sasha. karena Wak sidol masih mempunyai urusan tanaman di lahan Wak sidol.
Apabila Wak sidol tidak mengurusnya, di khawatirkan tanaman Wak sidol tak layak panen nantinya.
Akhirnya Wak sidol pun pergi, dan kini Sasha bingung harus bagaimana. sampai akhirnya ia duduk di sebuah teras rumah di sebrang Lapangan perlombaan.
Tiba-tiba saja muncul Kumpulan Soang yang mengganggu Sasha, sehingga Sasha ketakutan.
namun untungnya saja, tiba-tiba Soang-soang tersebut pergi karena di lempari batu.
Dan ternyata yang melempar batu tersebut adalah 2 orang yang bernama, Poly dan Giz.
Poly ialah seorang anak perempuan berambut bulat dengan lekukan kedalam, dan manik-manik hiasan kupu-kupu di ubun-ubun kepala nya.
Sedangkan Giz ialah anak laki-laki, ia mengenakan Sweater polos hijau gelap, dan kepribadian yang sedikit tak ber-ekspresi.
Singkatnya mereka berbincang tentang nama mereka kepada Sasha.
sampai akhirnya muncul satu orang yang juga termasuk temannya Poly dan Giz.
Namanya adalah Breo, ia baru saja membeli Minuman Es teh.
Breo berupa anak laki-laki yang mengenakan kemeja Hitam-Putih Pixel, dan rambut yang bergaya capit di bagian kanan kepalanya.
Kemudian perbincangan pun berhenti, dan Poly mengajak Sasha untuk ikut dalam perlombaan Tujuh Belasan Agustus.
Sasha awalnya menolak, namun karena ajakan yang lain akhirnya ia menerimanya.
Mereka pun mendaftarkan lomba.
Kemudian lomba pun dimulai.
Di lomba pertama adalah lomba sendok kelereng.
Di lomba ini. Poly tidak ikut karena tidak mahir dalam keseimbangan.
Di lomba pertama kali ini, peserta harus menjaga keseimbangan antara sendok dan kelereng yang diletakkan di dalam sendok tersebut, kemudian di apit oleh mulut para peserta masing-masing.
Lomba pun dimulai, dan tak berselang lama Kemudian akhirnya Breo dan Giz pun memenangkan Perlombaan pertama ini.
Saat selesai untuk istirahat, Tiba-tiba mereka dihampiri oleh seorang anak laki-laki dan komplotannya, anak laki-laki tersebut hanya mengatakan "kau akan kalah" kepada Sasha dan teman-temannya.
kemudian mereka pun pergi.
Lalu Sasha bertanya siapakah mereka tersebut.
Giz menjawab, bahwa yang mengatakan hal buruk barusan bernama Absen, dan dibelakangnya adalah komplotannya.
Absen ialah anak Pak RT, memiliki bekas luka sayatan di pipinya, dan bersikap arogan dan sombong kepada beberapa orang.
Kemudian peringatan Lomba kedua dimulai.
Lomba kali ini ialah lomba Memanah.
Sasha tidak ikut dalam lomba ini karena ia tidak pernah tahu cara menggunakan panah.
Di lomba Memanah kali ini
Peserta akan meluncurkan panah ke arah target yang berupa Gabus.
Apabila panah mengenai sasaran maka poin akan unggul, apabila panah tidak tepat sasaran maka poin akan lebih sedikit dari sebelumnya, dan apabila panah tidak mengenai apapun, maka poin tidak akan didapatkan.
Singkatnya Poin paling banyak di dapati Oleh Giz, namun tiba-tiba Panitia memberi tahu kesalahan bahwa yang sebenarnya paling banyak poinnya ialah Absen.
Giz pun mengatakan kepada Sasha dan lainnya bahwa ia benar-benar melihat poin yang ia dapati lebih banyak dari pada poinnya Absen.
Poly mengatakan memang kau tidak salah, tapi bagaimana lagi. absen adalah anak Pak RT disini. ia bisa saja mencurangi perlombaan ini untuk kemenangannya sendiri.
Kemudian lomba ketiga pun dimulai.
Dimana di lomba kali ini ialah lomba balap karung.
Peraturan di lomba ini juga cukup berbeda, yaitu peserta harus mengenakan helem, sembari jongkok dan melompat untuk sampai ke garis finis
Mereka berempat mengikuti lomba, namun Giz dan Absen bersebelahan.
Singkatnya yang lain tidak sempat sampai ke garis Finis, namun Giz sudah dekat.
Absen yang melihat hal itu langsung melakukan kecurangan nya secara terlihat.
ia berguling yang dimana malahan membuat ia pusing dan keluar jalur.
Akhirnya Giz memenangkan perlombaan ini.
Absen yang malu dan tidak terima kekalahan barusan menghampiri Giz dan teman-temannya, menantang Giz dan teman-temannya untuk ikut pertandingan bersepeda esok pagi.
Teman-temannya Sasha tidak setuju namun Giz menyetujuinya. Dan Absen pun akhirnya menyetujui sembari pergi.
Perlombaan pun di istirahatkan sampai nanti sore.
Siang pun di lalui.
Kini Sasha tidak tahu mengapa.
Namun untungnya Poly mengajak Sasha untuk mampir kerumahnya, singkatnya kemudian mereka berdua pun tiba di rumahnya Poly.
mereka berdua memasuki Rumah dan Poly memberikan jamuan tamu kepada Sasha, Sasha berterimakasih dan menikmati jamuan tersebut.
Poly pun menanyakan, mengapa Sasha bisa tersesat ke kampung ini. apakah Sasha ingat tentang semua yang terjadi, katanya Poly.
Sasha pun menjawab bahwa ia benar-benar tidak mengingat sama sekali, ia merasa semua ini adalah awal, yang ia ingat hanyalah terjatuh dan kemudian bangun di rumahnya Wak sidol.
Poly kemudian memperlihatkan sesuatu kepada Sasha.
Sasha pun terkejut melihat bahwa tangan Poly mengeluarkan embun-embun halus seperti kabut dan asap dari kepalan tangannya.
Sasha bertanya kepada Poly apakah itu.
Poly menjawab bahwa ini ialah Kekuatan Yox, entah bagaimana aku tahu tentang ini, namun Poly merasa bahwa kekuatan ini muncul begitu saja.
Kemudian Sasha bertanya mengapa Poly menunjukkan kekuatan hanya saat ini bagi Sasha.
Poly menjawab bahwa Poly belum siap untuk menerima kondisi bahwa Warga-warga disini tidak ingin ada warga yang memiliki kemampuan Yox, karena itu Poly merahasiakan hal ini.
Poly kemudian menjawab bahwa karena Sasha saja lah yang boleh mengetahui tentang kondisi Poly saat ini, karena Sasha hilang ingatan.
Sasha pun menjawab bahwa ia mengerti.
Kemudian peringatan Toa dari panitia lomba pun terdengar.
Dan mereka berdua pun segera berangkat menuju lapangan perlombaan tersebut.
Mereka berdua pun bertemu dengan Giz dan Breo.
Tak berselang lama kemudian Peringatan lomba Ke empat pun dimulai.
Lomba kali ini ialah lomba Tarik tambang.
Dimana Giz dan Sasha tidak berada satu tim dengan Poly dan Breo, namun lebih buruknya lagi, Sasha dan Giz berada pada Timnya Absen.
Absen kemudian mengancam mereka untuk memenangkan perlombaan ini untuknya, atau kalian esok hari tidak akan memenangkan pertandingan yang ku buat.
Sasha cukup panik, sedangkan Giz benar-benar berempati untuk mengalahkan Timnya.
Perlombaan dimulai, Giz tidak menarik sekuat tenaga, namun karena Giz berada di depan Absen yang mana membuat Giz apabila Giz benar-benar sengaja mengalah, Maka absen akan terperosok ke kubangan lumpur di depannya.
Saat-saat susah, Absen mengetahui bahwa Timnya akan kalah, karena hal itu ia memanfaatkan kekalahannya untuk terlibat ke pada Giz juga.
Ia sengaja melemaskan tali dan sengaja menyenggol kaki Giz. Yang menyebabkan Giz hampir terjatuh ke kubangan.
Untungnya sebelumnya Sasha sudah mengetahui tujuan Absen, sehingga saat Absen akan menyenggol kaki Giz, Sasha langsung melepaskan pegangannya dan menyebabkan Absen lah yang terjatuh di kubangan tersebut.
Akhirnya mereka menerima kekalahan dan Tim Poly serta Breo memenangkan perlombaan kali ini.
Singkatnya, Breo pun mengajak mereka untuk ikut menangkap belut dikarenakan Breo memiliki tugas hari ini dari ibunya untuk menangkap belut di sore hari.
Giz awalnya menolak, namun karena Sasha dan Poly ikut, menyebabkan Giz akhirnya Ikut.
Namun sebelum itu mereka menghampiri rumahnya Breo, Rumah Breo tepat didepannya adalah kanal yang luas dan panjang, dengan di seberangnya ialah hamparan Sawah yang luas.
perhatian Sasha teralihkan oleh kandang sapi yang ada di halaman rumah.
Sasha pun bertanya mengapa kandang sapi tersebut berada di halaman rumah nya Breo.
Breo menjawab bahwa Sapi tersebut bernama Pesal, Breo dan keluarganya sudah menganggap Pesal sebagai bagian dari keluarganya, ibarat hewan peliharaan bagi Breo.
Breo pun masuk kedalam rumah.
Sasha dan lainnya menunggu di depan, Kemudian Giz mengambil seuntai rumput dan kemudian bermain-main didekat kandang Si Pesal.
Tanpa sepengetahuan Breo, Kandang Pesal terbuka karena Pesal gelisah.
Giz dan yang lain pun langsung terkejut, kemudian Pesal mulai berancang-ancang untuk menyeruduk targetnya.
Pesal kemudian lari menghampiri mereka bertiga, sontak mereka pun lari ketakutan menjauhi Pesal.
Sampai mereka bertiga pun di jembatan, Namun Pesal semakin dekat dan akhirnya mereka bertiga pun terpental ke badannya Pesal dan akhirnya terpaksa menungganginya.
Sampai akhirnya Pesal berhenti di tanggul sawah dan mereka bertiga pun terjatuh.
Ternyata Breo mengendarai Pesal sebelumnya, menyebabkan Mereka bertiga pun terkejut melihat hal itu.
Breo sedikit tertawa dan akhirnya menenangkan sapi nya tersebut.
sebelum itu mereka mengabaikan pemandangan sore hari tersebut, dimana langit biru mulai berubah menjadi oranye, kemungkinan angin sawah yang lembut berhembus ke arah mereka, dan sinar matahari yang akan segera terbenam.
Setelah itu Sasha teringat bahwa ia kini sebenarnya tidak pernah tahu tentang keluarganya, sehingga ia sedikit sedih mengingat hal itu.
Poly dan lainnya memenangkan Sasha.
Poly berkata bahwa Poly juga dulu tidak pernah menganggap semua bisa menerima tentang dirinya.
Breo berkata Bahwa dulu ia tidak pernah bersyukur atas apa yang ada pada dirinya, namun ketidak ingin tersebut lah yang menahan diri Breo, dan akhirnya Breo bisa menerima kondisi dan kini Breo lebih bisa menerima kenyataan apapun.
Mereka semua memandangi Giz karena Giz tidak berkata apapun.
Giz yang gugup melihat hal itu akhirnya berkata bahwa Giz dulunya adalah orang yang ingin di pahami dan di perhatikan, namun seiring waktu kini ia tahu bahwa menghargai apapun itu perlu.
Sasha pun berterimakasih kepada mereka bertiga karena telah menjadi teman-teman yang mau mengerti tentang kondisi Sasha saat ini. walaupun Sasha bukan dari kampung ini, tapi mereka mau berteman dengan Sasha.
Kemudian mereka menangkap belut.
namun Sasha belum tahu cara menangkap belut, sehingga saat ia di ajari oleh Breo, Sasha Malah memasuki benang ke lubang lumpur yang salah.
Saat ditarik yang keluar dari lubang tersebut bukanlah Belut, melainkan Ular kecil yang panjang.
Sontak mereka semua pun panik yang akhirnya mereka tidak jadi menangkap belut, Sasha meminta maaf kepada Breo, Breo pun memaafkan Sasha.
Giz bertanya untuk sekarang bagaimana.
Breo mengatakan bahwa menangkap belut barusan semata-mata hanyalah keinginan Breo untuk makan malamnya, jadi karena ia tidak mendapatkan hasil, ia bisa merelakannya.
Sore mulai hilang dan malam mulai menjelang, Sasha dan teman-temannya pun pamit pulang ke rumahnya masing-masing.
Sesampainya di rumah, Sasha berterimakasih kepada Poly karena telah mengantarkannya sampai ke rumah Wak sidol.
Malam pun tiba.
Wak sidol kemudian menghidangkan makan malam untuk Sasha.
makan malam kali ini ialah, sepiring nasi, seteko air, ayam panggang, sambal terasi, dan yang paling mencolok dilihat oleh Sasha ialah makanan yang berbentuk gulungan daun pisang yang sudah gosong.
Sasha kemudian bertanya kepada Wak sidol makanan apakah tersebut.
Wak sidol menjawab bahwa yang di gulung dengan daun pisang tersebut diberi nama, Pepes gulung tuna bakar.
Wak sidol menjelaskan bahwa Pepes tuna tersebut adalah makanan paling unik dan sedap di daerah ini, namun malangnya, hanya sedikit orang yang membeli makanan ini karena lokasinya yang tidak pernah bisa di dilihat.
Wak kemudian menawarkan Pepes tuna tersebut ke piring Sasha.
Sasha kemudian membuka lembaran daun pisang tersebut dan mencicipinya.
Dan reaksinya Sasha terhadap makanan tersebut ialah benar-benar sangat lezat.
Sasha bahkan hampir menghabiskan sebagian penuh Makanan tersebut karena kelezatannya.
Dan makan malam pun berlanjut dengan tenang dan damai.
Keesokan harinya, Sasha yang masih tertidur pulas di kasur dibangunkan oleh Wak sidol, Wak sidol menyuruh Sasha untuk menemui Poly di teras rumah.
Sasha pun langsung bergegas setelah ngantuk nya hilang.
Sasha bertanya kepada poly, mengapa mereka menghampiri Sasha pagi-pagi begini.
Poly menyela dengan mengatakan bahwa ini sudah jam 10 dan kau tidak ingatkah kalau hari ini, Giz akan di tantang oleh Absen dalam perlombaannya, karena itu kau harus ikut dengan kami.
Sasha yang mendengar hal itu mengatakan akan sesegera menyusul, sembari bergegas ke belakang dan mandi pagi.
Setelah sarapan sejenak, Poly yang menunggu dari tadi akhirnya mengantarkan Sasha ke tempat perlombaan.
Setelah menyusuri jalan setapak dan Sawit-sawit, Akhirnya mereka tiba di sebuah jalan raya yang di aspal lebar dan panjang, di sinilah kita akan melihat perlombaannya Giz dengan absen.
Kemudian mereka menghampiri Absen dan yang lainnya.
Absen kemudian mengatakan :
Wah.. sudah lama sekali, sudah ku tunggu tapi malah lebih lama.. "kata absen
Giz pun menyela dengan bertanya apa Peraturan pada permainan mu kali ini.
Absen kemudian menjawab bahwa ini cukup mudah, pertama-tama kau akan memulai perlombaan ini di depan sini, di samping jalan raya ini.
Kemudian kau lurus terus sampai kita menemukan jalan membelok ke dalam Hutan sawit, setelah itu kita akan terus ke depan dan akhirnya sampai di sebuah jembatan di dekat sungai yang pinggirannya berbatu.
Setelah itu akan ada tanjakan dan kemudian belok ke kanan setelah di tanjakan itu, lalu lurus terus sampai kau menemukan gubuk yang menandakan kau harus belok lagi ke kanan.
Setelah itu kau akan berjumpa kembali dengan lahan sawit dan turunan curam, lalu jembatan beton dan setelah itu belok ke kanan lagi dan kau akan segera melihat garis Finis dimana kau memulainya tadi.
Absen kemudian merentangkan tangan dan kemudian memberi tahukan bahwa bukan hanya ia yang ikut dalam lomba ini, namun Ceti dan Qwe ikut untuk jaga-jaga apabila Absen kalah nantinya.
Giz pun mengatakan bahwa Absen curang.
Namun Absen membela, dengan mengatakan bahwa jalur yang dilalui sudah ia benarkan, dan karena kini Giz telah menuduh, Absen akhirnya menunjuk Sasha untuk ikut dalam perlombaan kali ini.
Kemudian mereka berdua diberikan sepeda yang tidak cukup bagus dari pada milik Absen dan rekan-rekannya.
Sasha pun bertanya mengapa ialah yang di tunjuk untuk mengikuti pertandingan ini, sedangkan masih ada Poly dan Breo yang bisa ikut.
Absen menjawab bahwa karena Sasha adalah anak yang sedang tersesat dan hilang ingatan, Absen yakin Sasha akan menyusahkan Giz dalam pertandingan ini.
Giz pun berkata bahwa Sasha tidak akan pernah menyusahkan teman-temannya, apabila itu terjadi, maka itu hanyalah kecelakaan tanpa di sengaja, "kata Giz.
Pertandingan akan segera dimulai dan mereka bersiap-siap di garis Start.
Perkataan "Mulai" menandakan pertandingan dimulai.
Absen mengungguli mereka semua, di susul oleh kedua rekannya Absen yaitu Ceti dan Qwe
Kemudian belokan pun di lewati.
Sasha tertinggal jauh, sedangkan Giz mulai mempercepat lajunya.
Sampai Sasha akhirnya ketinggalan jauh.
Di sisi lain Ceti berada pada posisi terakhir sebelum Absen, Giz, dan Qwe.
Tiba-tiba sepeda Ceti hilang kendali karena sesuatu, yang menyebabkan Ceti akhirnya terperosok ke pinggir jembatan gantung kayu di sungai berbatu tersebut.
Untungnya tak lama kemudian Sasha datang dari belakang dan langsung menghampiri Ceti yang sedang bertahan bergelantung di jembatan kayu tersebut.
Setelah berhasil menyelamatkan Ceti, Sasha bertanya, mengapa Ceti tidak meneriaki yang lain.
Ceti Menjawab bahwa Ceti tak mau Absen kalah di pertandingan ini karena ia.
Sasha kemudian bertanya mengapa Ceti harus tunduk sebegitu nya kepada Absen, padahal Absen seperti ini padanya.
Ceti berkata bahwa Absen tidak seperti yang Sasha bicarakan, dulunya.
Ceti menjelaskan dulu Ceti hanyalah anak laki-laki yang malang tanpa teman dan di kucilkan hanya karena masalah sepele oleh anak-anak disekitaran sini.
Namun kemudian Absen datang, sejak saat itulah Ceti sedikit mulai bisa beradaptasi dengan perubahannya kali ini.
Sasha menjawab bahwa ia mengerti.
Tak lama setelah itu muncul Poly dan Breo sedang menunggangi Si Pesal.
Setelah beberapa pertanyaan dan jawaban diselesaikan, Mereka pun lanjut menyusul yang lain, memastikan hal yang sama tidak terjadi lagi.
Di sisi lain.
Qwe kelelahan menyusul Absen dan Giz di area tanggul yang sisi kiri merupakan persawahan dan sisi kanan ialah jurang yang mengarah ke bebatuan sungai barusan.
Tiba-tiba saja ban sepeda Milik Qwe meletus dan kempes, sehingga Qwe kehilangan kendali dan akhirnya terperosok jatuh.
Untungnya Qwe berhasil bertahan dengan memegang erat-erat akar dan daun yang ada disekitarnya, sembari berteriak kepada Absen.
Giz yang berada di belakang absen lebih jauh, dapat mendengar teriakkan tersebut.
Giz kemudian bergegas menghampiri Qwe yang sedang bertahan.
Giz kemudian memberikan bantuan kepada Qwe dengan menarik tangannya, namun karena area tanggul tersebut sering dijatuhi berbagai daun kering, menyebabkan Giz terpeleset dan akan segera terjatuh bersama Qwe.
Namun untungnya Kaki Giz langsung di pegang oleh Breo dan yang lainnya.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka kembali ke atas.
Di sisi lain Absen masih terus mengendarai sepeda tanpa henti sampai akhirnya ia berada tepat di depan garis Finis dan akhirnya memenangkan perlombaan ini.
Namun sontak Absen berpaling melihat ke arah kanan.
Disana sudah berkumpul para peserta yang kalah.
Giz, Sasha, Qwe, Ceti, dan yang tak ikut seperti, Poly Breo, dan Pesal.
Absen bertanya mengapa mereka semua berkumpul disini dengan panik ataupun gugup dan canggung.
Kemudian Qwe bertanya dengan heran, mengapa Absen tidak membantunya.
Absen bertanya dengan bingung kenapa kalian ini.
Giz berkata bahwa Absen tidak pernah ingin mendengarkan teman-temannya sekalipun.
Absen yang masih bingung menanyakan kepada Ceti apa yang terjadi.
Ceti dengan gugup memberi tahukan masalah yang terjadi barusan.
Setelah itu Absen baru tahu, dan mengatakan bahwa yang terjadi barusan hanyalah musibah semata.
Giz mengatakan bahwa Mungkin jika Absen dan Giz terlalu fokus terhadap perlombaan ini, mungkin Qwe akan tidak ada disini dengan selamat.
Untungnya Giz mendengar permintaan tolong dari Qwe. "kata Giz.
Mereka semua meninggalkan Absen dengan kekecewaan dan marah, sedangkan Ceti dan Qwe tetap bersama dengan Absen dengan rasa Kecewa pada diri mereka.
Singkatnya, Sasha, Giz, Breo, Poly dan Pesal mampir kerumahnya Wak sidol untuk beristirahat.
Saat istirahat sebentar, tiba-tiba saja Muncul Wak sidol memberitahu kabar kepada Sasha.
Sasha bertanya tentang kabar apakah itu.
Wak sidol lantas menjawab bahwa Wak sidol berhasil menghubungi Keluarganya Sasha.
Sasha yang mendengar hal itu lantas senang dan meminta telefon tersebut.
Wak sidol pun memberikan telepon tersebut kepada Sasha.
Akhirnya Sasha bisa mendengar suara keluarganya untuk pertama kali dalam ingatannya.
Sasha bertanya siapakah yang membalas panggilan ini.
Orang itu berkata:
"Hai Sasha, kau dari mana saja, kami mencari mu"
orang tersebut kemudian menjawab bahwa ia bernama Zeta, kakak laki-laki pertamanya Sasha.
Zeta menyuruh Sasha untuk menunggu di rumah Wak sidol, Zeta juga sudah tahu tentang Sasha saat hilang oleh Wak sidol.
Sasha kemudian bertanya dimanakah Ayah dan ibunya Sasha sekarang ini.
Zeta diam sejenak dan mengatakan bahwa ibunya Sasha sekarang sudah meninggalkan kami berdua dan untuk ayahmu, Nanti kita bicarakan saat bertemu langsung. "kata Zeta.
Zeta kemudian memberitahukan kepada Sasha bahwa Zeta sedang dalam perjalanan menuju ke kampung tersebut, sekarang ini Zeta sedang berada di jalan raya.
Tiba-tiba saja Pesal gelisah tanpa sebab.
Dan Telefon pun terputus.
Sasha pun heran dengan telefon tersebut.
Kemudian ia bertanya mengapa dengan si Pesal.
Breo menjawab bahwa biasanya ada 3 kemungkinan bila Pesal gelisah tanpa sebab.
1. ia gelisah karena diganggu hewan kecil
2. ia gelisah karena tidak enak badan
3. kebanyakan hewan bisa mendeteksi hal-hal ekstrim sebelum itu terjadi disekitar mereka.
Tiba-tiba saja guncangan hebat melanda kampung tersebut. sehingga Wak sidol menyuruh mereka semua untuk berada di luar halaman dan menjauh dari pohon-pohon yang rimbun dan besar.
Setelah guncangan Gempa bumi tersebut berhenti, Sasha khawatir dengan pesan dari Zeta barusan.
Dimana Zeta mengatakan bahwa ia berada di jalan raya yang tak jauh dari kampung ini.
Tanpa ragu-ragu Sasha meminta kepada Wak sidol untuk pergi ke jalan raya tersebut untuk melihat kondisi Zeta.
Wak sidol awalnya memperingati bahaya gempa susulan terjadi, namun karena Tidak ada kejadian lagi, akhirnya Wak sidol mengantarkan Sasha pergi ke jalan raya tersebut.
Sebelum itu teman-temannya Sasha diminta untuk pulang segera karena pasti orang tua mereka masing-masing cemas dengan kondisi mereka.
Karena tiada pilihan mereka pun pulang kerumahnya masing-masing, dan kini Sasha dan Wak sidol mengendarai sepeda milik Wak sidol untuk sampai ke jalan raya tersebut.
Singkatnya, Sasha berhasil menemukan mobil yang diduga ialah tranportasi yang digunakan Zeta.
Dan benar terdapat 3 orang didalamnya sedang terjebak dan bertahan dari mobil yang akan terperosok ke jurang karena Gempa bumi barusan.
Sasha lantas berlari kesana namun guncangan terjadi menyebabkan ia terjatuh.
Dan secara tiba-tiba Wak sidol berlari melewati Sasha dan langsung mengikatkan Pengait dan tali tambang.
Sasha kemudian melirik ke belakang dan ternyata Teman-temannya Sasha datang untuk membantu.
Bukan hanya Poly, Giz dan Breo, namun Ceti dan Qwe ikut membantu dengan memberikan tumpangan kepada mereka bertiga dengan sepeda mereka.
Kemudian guncangan gempa bumi makin kuat sehingga beberapa cabang pohon yang lapuk terjatuh dan mengenai bagian atas mobil.
Wak sidol kemudian mulai kelelahan menahan tali tambang tersebut.
Sasha pun langsung menolong Wak sidol, disusul oleh teman-temannya juga.
Mereka semua berusaha semaksimal mungkin agar mobil tersebut tidak jatuh.
tiba-tiba tarikan mulai mudah, dan akhirnya mereka pun menarik dengan sekuat tenaga dan akhirnya berhasil.
mobil tersebut akhirnya berhasil di tarik kembali ke atas jalan raya yang sudah retak.
gempa puh berhenti.
Dan kini akhirnya Sasha bisa bertemu dengan keluarganya secara langsung.
Setelah itu Wak sidol menawarkan kepada mereka untuk beristirahat terlebih dahulu di rumah Wak sidol.
Sore hari pun tiba dan mereka pun berkumpul di rumah Wak sidol.
Masing-masing berbincang-bincang.
Sasha kemudian bertanya, siapakah dia.
Zeta mengatakan Bahwa dia adalah kakak laki-laki kedua Sasha, namanya ialah Bima.
Kemudian Wak sidol menanyakan kepada Zeta, kapan ia akan menjelaskan hal yang sudah di janjikan waktu itu.
Zeta kemudian menjawab pertanyaan tersebut dan menjelaskan kepada Sasha.
Zeta menjelaskan bahwa waktu itu, saat Sasha menghilang, Zeta, Bima dan ayah Menaiki Bis.
Zeta dan lainnya berpikir bahwa Sasha berada di Bis tersebut, namun ternyata Sasha tidak ada, di tambah lagi bis sudah berjalan cukup jauh dan lama.
Mau tak mau Zeta dan ayah turun dari Bis, namun karena kami turun di sebuah jalan yang belum terdapat perumahan, alhasil Zeta, Bima dan ayah terpaksa menunggu Jemputan dari Paman.
Setelah menelfon, tiba-tiba saja gempa pertama muncul sebelum gempa saat ini terjadi jauh hari sebelumnya.
Saat itu, tanpa di sengaja handphone ayah terjatuh dan mati sehingga tidak ada pilihan lain selain menunggu jemputan dari Paman.
Kami menunggu dan menunggu sampai tiba-tiba muncul sesosok mahluk berasap dan menyerupai kepala katak putih dan mata berapi yang menyala-nyala melayang di depan kami.
Ayah di jerat dengan asap kabut yang sangat lebat, ayah terlihat berteriak namun kami tidak pernah mendengar suaranya sama sekali.
Kami juga melihat bahwa Makhluk tersebut seperti memberitahukan sesuatu kepada ayah.
Setelah itu ayah terjatuh dan pingsan.
Kami saat itu panik ketakutan karena mahluk tersebut berpaling dan menatap kami berdua.
Setelah itu, tak lama kemudian muncul sekumpulan prajurit yang bermotif tempur, mereka tidak bisa dikenali karena mereka semua mengenakan helm yang dianggap kami sebagai helm tempur mereka.
Setelah itu Mahluk tersebut akhirnya di tangkap dengan cara yang berbeda-beda, dan dibawa begitu saja oleh kumpulan prajurit tersebut.
Kami pun lantas menemui Ayah dan memeriksakan keadaannya saat itu.
Sampai akhirnya paman datang, dan kami pun cepat-cepat membawa ayah ke tempat pengobatan sesegera mungkin.
namun..
Kami sudah terlambat.
Dan satu-satunya kata yang kami dengar sebelum ayah tiada.
Hanyalah :
"Temukan Sasha, dan lindungi dia sampai ia dapat berlindung sendiri"
"Akan ada hal yang harus ia selesaikan nanti"
"Bimbing Sasha, Zeta, Bima"
Dan itu kata-kata terakhir saat di perjalanan menuju tempat pengobatan.
Dan kami telah menyelesaikan tugas pertama, yaitu menemukan Sasha kembali.
Sasha pun menangisi cerita tersebut, dan ditenangkan oleh Wak sidol dan Zeta.
Malam pun berlalu sampai Esok pagi.
Keesokan harinya, di pagi hari, mereka semua kembali berkumpul.
Kini Absen sudah sadar dan kembali kejalan yang benar.
Wak sidol kemudian memberikan sesuatu kepada Sasha, yaitu bingkisan.
Sasha mengecek di dalam bingkisan tersebut.
Sasha kemudian bertanya, mengapa Wak sidol memberikan pakaian ini.
Wak sidol menjawab, bahwa sudah bukan tugas Wak sidol lagi, Sasha pun mengembalikan bingkisan tersebut.
Namun Wak sidol menolak.
Dengan wajah yang sedikit murung"
kemudian Poly mengatakan kepada Sasha untuk tenang, karena Poly dan teman-teman lain pasti akan menemani Wak sidol dari kesepiannya nanti.
Sasha pun berterimakasih.
Dan kini sudah saatnya Sasha pergi dengan mengendarai mobil, Sebelum itu Sasha diberikan hadiah oleh teman-temannya.
Poly memberikan Stiker kupu-kupu khususnya.
Giz memberikan Buku catatan klasiknya yang tidak pernah dipakai-pakai.
Breo memberikan Buku artikel kerennya.
Ceti dan Qwe memberikan pena dan buku tulis.
Sedangkan Absen memberikan Sasha dengan kumpulan foto teman-temannya saat ini yang di minta mereka sendiri.
setelah itu mereka semua berpelukan.
Sasha kemudian akhirnya naik ke mobil dan Mereka pun Pulang dengan baik.
-
-
-
-
Post credits Note:
- setelah tiba di rumah ayah yang kini ditempati oleh paman, Sasha yang baru sampai langsung di tanyakan dan disambut oleh kerabat-kerabat lainnya.
- Ada satu sepupu yang menonton Televisi, ia ingin mengganti saluran televisi, namun malah pergi ke acara yang sedang mengadakan program Berita, dimana Sebuah Museum Paling terkenal di kota tersebut akan dibuka kembali setelah peristiwa gempa tektonik sebelumnya.
Dan Cerita ZBS 1
"TAMAT"
Dukung kami kembali agar kami bisa selalu mengupload konten-konten menarik di sini melalui :
💵 Dukungan Finansial 💵
https://saweria.co/GARTAWARA
🔍 Link tree 🔎
https://linktr.ee/gvochanel
Jangan lupa untuk terus baca informasi tentang gartawara di media sosial manapun, mari terus dukung Karya anak bangsa


Komentar
Posting Komentar