ZBS 2 : Keturunan Bangsawan


gartawara entertainment 2024


ZBS2/GARTAWARAVERSE/2024/ZBS/TIMELINE/2/2009/S/BC



Cerita di awali dengan Sasha yang sedang Menyapu teras rumah.


Kemudian Bima menghampiri Sasha, lalu memberikan Gelas bekas, dan meminta untuk di cuci nantinya.


Dan Bima pun pergi.


Sasha sedikit jengkel, kemudian setelah menyapu, Sasha pun pergi ke dapur untuk melanjutkan tugasnya yaitu mencuci beberapa alat makan.


Singkatnya muncul Dila, salah satu Anak perempuan tertua dari keluarganya Paman.


Dila kemudian memberikan tambahan beberapa Piring kotor ke rak pencuci yang ada di depannya Sasha Dan pergi begitu saja.


Singkatnya, setelah semua piring dan peralatan makan lain sudah bersih, Sasha kemudian duduk untuk beristirahat di ruang keluarga dan menyalakan Tv untuk melepas penatnya.


Namun sebelum itu Tiba-tiba saja Muncul Inora dan Fey,


Inora adalah sepupu perempuan yang lebih muda dari Sasha.


Dan Fey adalah sepupu laki-laki dari bibi yang juga lebih muda dari Sasha dan Inora.


Inora dan Fey malah mengatakan kepada Sasha untuk memberikan remote tv tersebut, agar mereka dapat menonton acara TV favorit mereka.


Awalnya Sasha menolak, namun karena mereka masih kecil, Sasha terpaksa memberikan remote TV tersebut.


Mereka pun bergembira tanpa berterimakasih.


Kemudian Sasha pergi ke depan teras, dan kemudian di sambut oleh Zeta dan Bima yang sedang melihat proyek ilmiah milik Bima.


Sasha kemudian menghampiri dan menanyakan benda apakah tersebut.


Bima menjawab bahwa benda Tersebut Bima bernama Teleskop buatannya sendiri, Yang Bima bangun dari Benda-benda Lensa Optik, yang Bima kumpulkan selama ini.


Sasha kemudian bertanya, Untuk apa Teleskop seperti itu Bima ciptakan.


Bima menjawab hanya untuk pajangan dan juga cadangan.


Zeta bertanya, Cadangan apakah tersebut.


Dan Bima menjawab bahwa suatu hari nanti, Apabila Bima sedang sibuk dengan proyek lain dari kuliahnya, maka ia bisa menggunakan Teleskop Optik tersebut untuk menyelesaikan tugas yang ia belum selesaikan bila suatu saat nanti terjadi.


Kemudian Muncul Melita, tetangga nya Sasha.


Melita ialah seorang gadis kecil berusia 12 tahun yang mengenakan kacamata bulat dengan rambut panjang dan mampir untuk memberikan bingkisan oleh-oleh dari acara pulang kampung nya waktu itu.


Kemudian Zeta menyuruh Sasha untuk menerima bingkisan oleh-oleh tersebut.


Sasha pun menghampiri Melita dan menerima bingkisan oleh-oleh tersebut sembari melita pamit pulang karena masih ada beberapa oleh-oleh yang harus diberikan ke yang lain.


Sasha pun menerima dan berterimakasih kepada Melita atas oleh-oleh nya tersebut.


Setelah itu bingkisan tersebut suruh di taruh di atas meja tersebut untuk jamuan tamu apabila ada katanya Zeta.


beberapa saat kemudian awan-awan di langit mulai memenuhi hamparan oranye menjelang malam dari arah manapun, di susul dengan panas terik yang sangat menyengat.


Mereka bertiga pun Masuk kedalam rumah untuk mendinginkan tubuh menggunakan kipas angin yang hanya ada 1 di ruang keluarga rumah mereka tersebut.


Disusul lagi dengan semua sepupu Sasha yang ikut bergabung karena kegerahan.


Inora dan Fey berada di paling depan hanya untuk memperoleh udara sejuk dari kipas angin tersebut.


Sempat mengeluh, akhirnya datang Dila datang dengan membawa Teko berisi Air es teh penuh dan gelas-gelas dengan ukuran serta varian yang berbeda-beda.


Mereka semua yang kehausan pun langsung meminum air es teh tersebut dengan cepat.


Setelah lega karena sejuk, Fey kembali menyalakan Tv, namun Siaran yang ia cari tiba-tiba saja iklan panjang.


Kemudian inora mengusulkan kepada Fey untuk memberikan remote TV tersebut kepada Sasha, karena sebelumnya Sasha tidak diberikan remote tersebut.


Fey kemudian memberikan remote TV tersebut kepada Sasha.


Sasha pun menerimanya, namun sebelum ia mengganti siaran, Sasha kemudian memberikan Pertanyaan kepada mereka untuk menonton acara televisi apa hari ini?


Lantas Fey menjawab acara tv super-hero yang ia suka, namun dibatalkan oleh Inora karena sebelumnya Fey sudah menonton acara tersebut lebih lama.


Kemudian Zeta membagikan saran bahwa acara berita unik sajalah yang harus mereka tonton, karena hanya di acara televisi tersebut semuanya akan mudah dipahami.


Sasha pun mencari Nama siaran tersebut, dan kebetulan channel tersebut juga sedang melakukan acara berita unik.


Acara tersebut menyiarkan berita terbaru yaitu informasi mengenai pembukaan kembali museum Zolowq yang dikenal karena daerah kekuasaan kerajaan masa lalunya yang sangat luas, di salah satu penyampaian informasi berita, Reporter menyebutkan bahwa sebelumnya Museum kerajaan Zolowq mendapati masalah serius saat gempa bumi 6 bulan yang lalu.


Reporter juga memberi tahu bahwa Kini Museum kerajaan Zolowq kembali pulih dan siap untuk di buka kembali untuk pengunjung esok hari.


Kemudian layar menghadap ke Reporter, lalu berganti menjadi menghadap ke penjaga kerajaan, sembari ditanyai oleh Reporter di layar kali ini.


Setelah pertanyaan tersebut, Penjaga gerbang tersebut memberitahu bahwa akan ada sebuah undian kemenangan tiket gratis masuk ke museum, dimana tiket tersebut dikatakan sudah di acak dan sebarkan di berbagai kemasan Snack keripik singkong.


Penjaga tersebut juga mengatakan bahwa siapapun yang berhasil mendapatkan tiket tersebut bisa menjadi pengunjung VIP alias bisa menikmati berbagai macam fasilitas disana tersebut.


Kemudian Reporter menyampaikan kesimpulannya dan menutup topik tersebut dan akhirnya berganti ke topik berita berikutnya.


Kemudian tiba-tiba saja kilatan petir menggelegar dan bergemuruh keseluruh sisi rumah.


sontak Dila yang ialah seorang Remaja gadis yang cukup cemas terhadap kondisi listrik di rumah tersebut lantas mematikan saklar lampu utama yang sekaligus mematikan seluruh arus listrik dirumah tersebut.


Inora dan Fey pun langsung menolak tindakan kakak mereka tersebut, namun Dila menolak dan memperingatkan bahwa jika saja arus listrik di rumah mereka tersebut tersambar petir maka akan lebih buruk dari pada tidak hidup lagi.


Kemudian Dila menyadari bahwa ada yang mencoba kembali menghidupkan kembali saklar listrik utama di belakangnya.


Namun saat ia menoleh, ia melihat Bima yang sedang menaiki Zeta sedang ingin menghidupkan kembali saklar lampu utama tersebut.


Kemudian Dila mengatakan untuk nanti saja menghidupkan saklar lampu utama tersebut.


Namun Bima menghiraukan ucapan Dila dan mengangkat jari telunjuk untuk mengangkat tuas saklar lampu utama tersebut.


Namun lampu utama tak kunjung hidup, lampu depan, lampu kamar, lampu teras, senter, Hp, Tv, bahkan gas kompor habis dan belum di isi!


Kemudian Dila menyadari sekitarnya dan menanggapi bahwa mungkin saja satu kampung di daerah tersebut sedang terjadi pemadaman listrik karena hujan.


Lantas Sasha mengecek keadaan lewat jendela di sudut ruangan, dan benar saja, sedang terjadi pemadaman listrik di kampung ini karena hujan.


Kemudian tiba-tiba Petir yang sangat keras menyambar sekali lagi, dan mereka semua pun takut dan berkumpul di satu tempat karena terkejut.


Kemudian Bima menanyakan kepada Sasha untuk memberikan saran kepada mereka semua.


Sasha awalnya menolak karena ia bahkan tidak bisa melihat apa-apa di kegelapan tersebut, namun setelah beberapa penolakan yang lain, akhirnya Sasha memberikan arahan kepada mereka semua masing-masing.


Dila di perintahkan untuk meraba daerah sekitar untuk pergi ke kamarnya dan menemukan alat elektronik yang memungkinkan mempunyai fungsi seperti senter.


Kemudian Inora dan Fey menunggu didepan Tv untuk memberikan tanda.


Lalu Zeta di tugaskan untuk menutup semua jendela di rumah tersebut.


Dan Sasha akan menelfon paman sesegera mungkin setelah Dila menemukan handphone nya di kamar.


Semua pun mulai melakukan tugasnya masing-masing, namun tidak pada si Bima.


Sasha kemudian menghampiri dan menanyakan kepada Bima, mengapa Bima tidak melakukan tugasnya.


Bima kemudian menjawab, namun tidak terdengar karena suara hujan yang sangat berisik.


Sampai mereka berdua berteriak karena tidak terdengar satu sama lain.


Sampai akhirnya Hujan sedikit lebih tidak berisik, dan satu pertanyaan lagi dari Sasha yaitu kenapa Bima tidak melakukan tugasnya seperti yang lain.


Bima pun menjawab bahwa dari tadi yang Bima sebutkan hanyalah bahwa Bima belum juga mendapatkan tugas apapun yang diberikan oleh Sasha.


Sasha pun sedikit gugup dan akhirnya mengakui maaf kepada Bima karena ia menghiraukan jawaban dari Pertanyaannya tersebut.


Bima pun memaafkan, dan kemudian menyarankan Sasha untuk mengecek dari arah dapur bersama Bima dan Dila nantinya.


Sasha pun menerima saran tersebut, kemudian Dila datang dengan membawa senter yang sedikit remang remang cahayanya dan satu genggaman handphone miliknya.


Dila kemudian memberitahu bahwa masih ada laptop yang mungkin bisa memberikan sedikit cahaya di sekitarnya, namun ia harus hemat baterai karena Dila memiliki tugas yang belum diselesaikan.


Bima menjawab bahwa ia mengerti akan hal tersebut dan menyuruh mereka berdua untuk pergi ke dapur.


Saat menuruni tangga dapur, Tiba-tiba saja Bima terpeleset dan terjatuh karena air hujan yang bocor.


Mereka pun membantu Bima untuk berdiri kembali.


Singkatnya mereka Bertiga berdebat tentang bocornya atap dapur, dan di selesaikan dengan ucapannya Sasha yang mengatakan bahwa untuk malam ini saja kita taruh ember dan wadah untuk menampung air hujan yang bocor.


Dila kemudian menerima saran dari Sasha dan menyuruh mereka berdua untuk menjaga Inora dan Fey saja di ruang Tv tersebut.


Sasha dan Bima pun pergi meninggalkan Dila di dapur.


Dila kemudian mencari ember tersebut dan menemukannya tak lama setelah itu, namun saat Dila hendak kembali ke tangga untuk menemui yang lain, tiba-tiba saja ada sesuatu yang dirasa cukup aneh dari arah belakang dapur, Dila kemudian berpaling dan mengecek keadaan sekitar.


Dila merasa cukup merinding melihat bagian dapur yang seharusnya ia tidak takutkan, kini menjadi seperti sesuatu yang menyeramkan karena sedang dalam keadaan gelap gulita.


Kemudian Dila kejutkan oleh petir yang menyambar begitu keras sampai memekikkan telinga, kemudian ia dikejutkan kedua kalinya oleh Sasha yang kembali untuk menjemput Dila.


Dila kemudian merasa malu karena hal itu namun Sasha memakluminya, namun perbincangan singkat mereka terhentikan karena ada sesuatu yang berjalan dipundaknya Sasha, Sasha kemudian meminta Dila untuk mengecek benda apakah tersebut yang merayap di pundaknya Sasha.


Dila kemudian mengecek hal tersebut, kemudian ia pun terkejut melihat binatang yang merayap dipundaknya Sasha ialah kecoa yang cukup besar.


Sasha pun kaget mendengar hal itu dan kemudian kecoa tersebut juga teralihkan oleh cahaya handphone milik Dila dan langsung terbang kearah cahaya tersebut.


sontak Mereka berdua pun kaget dan kabur ketakutan karena hewan berkaki enam yang kotor tersebut terbang.


Mereka berdua lari ketakutan menuju ruang Tv dan kebetulan juga mereka semua sudah ada disana.


Sasha dan Dila berteriak menyebut nama hewan tersebut sembari lari kearah mereka semua, sontak mereka semua pun panik karena mereka juga cukup takut terhadap hewan menyeramkan tersebut.


mereka semua berhenti sejenak untuk mengecek apakah kecoa tersebut ada disekitar mereka, awalannya mereka cukup tenang setelah panik barusan, namun tiba-tiba saja muncul 2 kecoa yang sedang terbang ke sana kemari sembari mengikuti cahaya lampu.


Sontak mereka semua kaget dan berusaha menyingkir jauh-jauh dari hewan tersebut.


Bahkan karena merasa merinding, petir yang menyambar menggelegar pun tidak dihiraukan oleh mereka semua.


setelah beberapa menit kemudian, lampu kembali menyala, namun saklar dirumah tersebut belum diaktifkan sehingga belum bisa menyalakan lampu.


Mereka semua masih panik akan hewan tersebut yang terbang kesana kemari karena terpancing cahaya handphone milik Dila.


Untungnya kecoa tersebut akhirnya menetap di jendela rumah karena melihat jendela yang begitu terang yang cahayanya berasal dari lampu-lampu rumah lain.


lantas Sasha langsung menyarankan Zeta, Bima, dan Dila untuk mengaktifkan saklar lampu utama tersebut.


awalnya Dila menolak karena jika lampu kembali dinyalakan, mereka semua khawatir hewan serangga tersebut akan kembali terbang dan menakuti mereka lagi.


mereka semua pun cukup ragu untuk melakukan tugas tersebut.


Namun, tak lama kemudian mobil paman tiba di rumah, kemudian datang mereka semua menuju teras, sembari memperhatikan kecoa tersebut.


mereka pun keluar menuju teras rumah, udara dingin dari hujan barusan mulai bisa mereka beradaptasi dengan kondisi mereka saat ini, hujan pun ikut mereda dalam hamparan langit yang mulai berbintang.


Kemudian dari mobil keluar Bibi Reli atau sebagai ibunya Dila, kemudian keluar Timto yang sebagai seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun, kemudian muncul Ibunya Timto yang bernama Luma masih keluarga dari ayahnya paman, lalu muncul Paman Aisem sebagai ayahnya Dila juga.


Kemudian mereka semua pun berkumpul diteras sementara untuk berbincang tentang perjalanan mereka dan pengalaman mereka yang dirumah.


Karena udara disekitarnya cukup dingin, Tino pun bangun dari pelukannya Bibi Reli, kemudian Sasha bertanya siapakah Tino tersebut kepada Bibi Reli katanya Sasha.


Paman Aisem pun mengatakan bahwa kita akan berbicara di dalam sahaja agar Tino tidak kedinginan diluar sini.


Mereka semua pun masuk kedalam rumah, paman Aisem pun menyalakan saklar, dan saat mereka tiba di ruang Tv tersebut, kecoa yang sudah mereka duga akan terbang pun benar-benar terjadi.


Kecoa tersebut terbang tanpa arah dan mulai menuju ke paman Aisem, namun Kemudian Timto berdiri di depan paman Aisem dan kemudian dengan santainya menangkis kecoa tersebut sehingga terpental kelantai dengan keras, kemudian dengan lihainya Timto memegang sungut kecoa tersebut dan mulai berjalan menuju keluar rumah.


Sasha dan Fey pun mengikuti dan mereka tiba di belakang mobil yang beralaskan tanah berair, kemudian Timto menaruh kecoa tersebut tanpa sepatah kata pun kecuali menawarkan mereka semua jika ingin melakukan apapun terhadap binatang yang mereka takuti tersebut.


Sasha dan Fey awalnya bingung, namun Fey kemudian menutup kecoa yang sekarat tersebut dengan tanah disekitar, kemudian dengan rasa ngeri untuk seorang anak kecil, ia menginjak tanah tersebut sekuat-kuatnya.


Dan mereka pun langsung pergi kembali menuju rumah yang didahului oleh Timto sebelumnya.


Kembali ke ruang Tv tersebut, Bibi Reli pun langsung memberitahu bahwa Tino adalah anak laki-laki dari Bibi Luma yang sekaligus juga sebagai adiknya Timto.


Tino masih sangat kecil, ia berusia sekitar 5 bulan dan masih perlu di gendong agar merasa nyaman.


Kemudian mereka semua masing-masing mulai berbincang-bincang, bahkan Sasha kemudian menanyakan sesuatu kepada paman Aisem.


Sasha bertanya, apakah dulu ayahnya Sasha benar yang memiliki rumah ini?.


Paman Aisem kemudian menceritakan bahwa dulunya Sasha masih sangat kecil di gendong oleh ibunya, ayahnya Sasha yang pulang dari pekerjaannya sebagai penyetor Bus pun berangkat untuk mencari nafkah yang lumayan banyak dari pekerjaan seperti itu.


Setelah tiga hari tiga malam ayahnya Sasha akhirnya bisa pulang untuk beristirahat lebih lama di rumah, kehangatan yang diinginkan ayahnya Sasha sudah ia nantikan selama itu.

Mungkin Sasha tidak seharusnya mendengar apa yang terjadi kata paman Aisem kepada Sasha.


Sasha kemudian dengan bingung menanyakan hal itu lagi, lantas paman Aisem menjawab, setelah Sasha berusia 2 tahun, yang seingatnya paman Aisem adalah tiba-tiba saja Ibunya Sasha yang bernama Sati, entah bagaimana berpisah dengan Ayahnya Sasha kala itu.


Paman Aisem tidak bisa tahu lebih jelas, mengingat ini permasalahan rumah tangga Ayahnya Sasha.


Kemudian Sasha menanyakan hal itu lagi kepada Zeta, namun Zeta masih cukup belum paham waktu itu, karena ketika orangtuanya sedang bertengkar, mereka menyuruh Zeta Dan Bima untuk menjaga Sasha dengan mengajaknya bermain di luar rumah agar tidak mendengarkan keributan mereka.


Zeta minta maaf karena ia tidak bisa memberitahu bahwa hal itu akan dialami mereka bertiga waktu itu.


Sasha pun memaafkan kesalahannya Zeta, karena ia tahu mungkin Zeta juga waktu itu tidak mungkin ikut.


Kemudian Bima menjelaskan, saat mereka berpisah, kala itu kami pun kebingungan harus ikut dengan siapa, namun dengan lantangnya Ibu Sasha berkata bahwa Mereka bertiga harus ikut dengan ayah mereka, dan ibunya Sasha pun pergi meninggalkan mereka dengan rengekan Sasha yang takut pada saat itu.


Sasha kemudian sedih, dan sedih sekali, namun kakak-kakaknya menenangkan Sasha.


setelah beberapa kesedihan yang melanda dipikirannya Sasha, Ada sebuah pertanyaan yang muncul dibenak Sasha karena jawaban dari mereka sebelumnya.


Sasha kemudian bertanya sambil sedikit bergelimang air mata, ia bertanya apakah yang dimaksud bahwa ibu ialah ibunya Sasha.


Zeta dan Bima awalnya bertatapan karena bingung, lalu Zeta kemudian menjelaskan kepada Sasha yang sebenarnya.


Zeta menjawab bahwa ibu dari ibunya Sasha itu bukanlah ibu kandung dari Zeta dan Bima, mereka pun menjelaskan bahwa Dahulu Ibu mereka yang bernama Iriana adalah Istri pertama dari ayah mereka bertiga, kemudian saat Bima lahir, ibu mereka terus sakit-sakitan.


Segala cara yang mereka usahakan seperti membelikan obat dan semacamnya sudah mereka wujudkan, namun ibu Zeta dan Bima tidak kunjung sembuh.


Sampai akhirnya Zeta berusia 5 tahun dan Bima berusia 3 tahun, kala itu, ibu mereka sudah pergi meninggalkan mereka untuk selama-lamanya.


Iriana dikenal sangat baik dalam membimbing mereka, bahkan dari kelihatannya sakit, dalam ingatan mereka berdua, Ibu mereka masih sempat-sempatnya membantu pekerjaan rumah tangga, menemani mereka berkembang dan lain-lain.


Namun ajal tidak ada yang tau, dan mereka pun harus rela kehilangan ibunya mereka tersebut.


Kemudian ayah mereka Pun menikah dengan seorang wanita bernama Sati, sebelumnya ibunya Zeta dan Bima menyampaikan wasiat kepada ayah mereka untuk segera melengkapi keluarga tersebut seperti sediakala, kemudian ayah terdengar berjanji akan selalu mengingat Iriana dalam hidupnya.


Kemudian setelah 1 tahun tersebut akhirnya lahirlah Sasha, kala itu Zeta berusia 6 tahun dan kemudian cerita pun diakhiri dengan cerita awal dari Pertanyaannya Sasha sebelumnya.


Mereka bertiga pun cukup sedih mengingat dan mendengar hal itu pada diri mereka masi

ing.


Kemudian suasana waktu dan tempat berganti pada pagi hari saat itu.


Mereka kemudian sarapan dengan setumpuk nasi goreng yang ditaburi telur dadar acak dan bawang goreng yang menggugah selera.


Mereka pun makan dengan lahap menyantap sajian yang nikmat tersebut, tak lama setelah itu Sasha pun kembali ke rumah setelah menemani Bima berbelanja beberapa sayur segar di pasar.


Kemudian Fey menanyakan kepada Sasha, mengapa Sasha terlihat seperti semangat dari raut wajahnya.


Sasha kemudian menjawab bahwa ia benar-benar beruntung barusan, ia kemudian mengambil sesuatu didalam kantong plastik yang berisi setidaknya berbagai macam sayuran hijau.


Dan mengeluarkan semacam gulungan daun pisang yang sudah sedikit usang namun mengkilap karena minyak makan disekitarnya.


Lalu Inora bertanya, benda apakah tersebut kepada Sasha, Sasha kemudian menjawab bahwa ini tentu saja ialah makanan paling digemari Sasha sejak waktu itu, inilah pepes tuna gulung bakar.


Kemudian Sasha memberikan satu persatu makanan tersebut kepada mereka semua, mereka pun mencicipinya dan langsung memberikan kritik bahwa makanan tersebut memang benar-benar lezat di lidah mereka semua, rasa asin manis asam dan pedas yang tepat membuat sensasi khas benar-benar meresap.


Mereka semua sekaligus Sasha dan Bima akhirnya melanjutkan sarapan pagi itu.


Siang harinya, panas terik kembali menyengat namun tiada satupun tanda-tanda akan hujan, bahkan Dila sempat mengecek Jadwal cuaca kala itu dan informasi memberitahu bahwa tidak akan ada hujan pada hari itu.


Kemudian Inora dan Fey pulang dari taman selepas mereka bermain dengan teman-temannya, mereka terlihat cukup lelah setelah bermain sampai-sampai langsung menuju dapur untuk minum air dingin.


namun saat Fey mengambil gelas dan Inora membuka kulkas, Inora kaget karena kulkas terlihat tak menyala, alhasil mereka memberitahu kabar tersebut kepada mereka semua yang berada di ruang Tv.


Tentunya semua orang sudah tahu kalau pagi tadi sempat terjadi pemadaman listrik lagi karena ada masalah teknis sewaktu hujan semalam.


Fey pun mengeluh, namun Inora membagikan gelas berisi air putih biasa untuk menurunkan kesedihan Fey tersebut.


Dila kemudian ikut mengeluh sembari mengipasi dirinya sendiri karena panas, ia mengeluhkan dalam kondisi pekan libur seperti ini seharusnya sekeluarga akan melakukan hal-hal yang menarik bukan, seperti pergi liburan misalnya?, kata Dila.


Kemudian Inora mengatakan suatu hal kepada mereka semua di ruang Tv tersebut.


Bima bertanya, hal apa yang ingin disampaikan oleh Inora dan Inora menjawab.


Inora mengatakan bahwa sebelumnya saat Inora di taman bermain dengan teman-temannya, mereka semua kemudian membahas bahwa di Minggu ini mereka ada yang pergi ke kolam renang, ke pantai, atau mungkin berwisata ke daerah pegunungan yang sejuk.


kemudian Fey juga memberitahu tentang Sey, (temannya Fey) sudah pulang dari liburannya, Ia mengatakan bahwa sudah mengunjungi pasar swalayan, taman kota, pantai, mall, menginap di hotel, bahkan mampir ke museum.


Dila pun menjawab : y bagaimana lagi, itukan liburan mereka, sedangkan kita? yah sudahlah, lebih baik menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang belum selesai tapi ada kalanya sebuah keberuntungan bagi kita juga kan?. kata Dila sambil mengeluh.


Kemudian tiba-tiba muncul Paman Aisem yang melontarkan jawaban bahwa mengapa mereka semua tidak mengatakannya dari awal, sembari mengajak mereka keluar.


Awalnya mereka semua pun bersemangat menuju keluar rumah, berharap ada sesuatu yang menarik.


Namun kemudian Paman Aisem memberikan peralatan bersih-bersih halaman seperti sapu lidi, kantong Plastik, korek api dan lainnya.


Tentunya hal ini membuat mereka semua cukup kecewa.


waktu kemudian berlalu sampai sore hari, di sore hari tersebut mereka semua berkumpul, suasana cukup berbeda karena matahari mulai terbenam.


mereka semua berkumpul di ruang Tv, kecuali beberapa dari mereka tidak disana karena masing-masing terdapat urusannya sendiri, seperti bibi Reli yang di dapur untuk memasak makan malam, Dila mengerjakan tugas kuliahnya, paman Aisem mengeringkan mobil karena sebelumnya telah dicuci oleh anak-anak.


Tino yang masih kecil tersebut kemudian rewel karena ibunya sedang pergi berbelanja beberapa bahan makanan sehingga ia terlihat menangis.


akhirnya Timto menyarankan Sasha untuk menyalakan Tv dan memutar acara kartun untuk menenangkan si Tino.


Sasha kemudian menyalakan Tv, karena Tv tersebut cukup jadul menyebabkan beberapa layar sedikit rusak, namun masih tetap berfungsi menyala.


Beberapa menit kemudian Tino akhirnya tidur pulas tanpa gangguan, kemudian Timto membawa Tino secara perlahan ke kamar, menaruhnya di kasur dan kembali ke ruang Tv tersebut.


Mereka pun lanjut menonton Televisi karena terlanjur sudah dinyalakan, Sasha kemudian mengganti beberapa saluran, beberapa saluran terlihat selalu menyiarkan Berita.


Kemudian Sasha menemukan Acar Tv yang menampilkan sirkus, namun tiba-tiba hilang sinyal.


mereka pun kesal, namun Sasha mengganti siaran terus menerus sampai pada akhirnya berhenti di acara televisi yang menyiarkan Berita karena dirasa cukup unik untuk dipahami.


Ternyata Berita Televisi tersebut menyiarkan berita yang sama 1 hari yang lalu yaitu tentang dibukanya Pintu Akses ke museum Zolowq.


Di berita tersebut, reporter menjelaskan bahwa Karena lonjakan turis dan orang-orang yang masuk ke museum Zolowq, menyebabkan Zolowq akhirnya heboh karena cukup digemari oleh masyarakat sampai turis asing.


Awalnya Bima mengatakan kepada Sasha untuk mengganti siaran tersebut karena biasa-biasa saja, namun kemudian Reporter menjelaskan bahwa sebelumnya atau siang tadi setelah pendaftaran tiket VIP di tutup, kini waktunya seluruh penonton mengetahui siapa saja yang akan mendapatkan tiket tersebut untuk memasuki museum Zolowq secara gratis!!.


Dan kemudian Reporter menjelaskan dengan tercengang, ia langsung mengatakan bahwa seluruh tiket yang berjumlah 3 orang ternyata ter-undi didapatkan oleh satu orang sahaja yang bernama DILA!!.


Sontak mereka Zeta, Bima dan Sasha pun terkejut mendengar nama tersebut, dan tentunya Dila kemudian sudah berada di belakang mereka, menunjukkan Layar laptopnya yang menampilkan daftar tiket masuk VIP nya.


Sasha kemudian bingung mengapa ini bisa terjadi begitu saja?


Dila menjawab bahwa ini adalah hadiah dari mereka semua.


Sasha masih bingung, kemudian Zeta menanyakan mengapa mereka semua memilih kami bertiga, lalu bagaimana dengan kalian semua? kata Zeta.


Inora dan Fey menjawab bahwa awalnya mereka juga berebutan, namun akhirnya mereka berpikir bahwa Sasha lah yang pantas menerima tiket tersebut, karena selama ini Sasha tidak pernah memperlihatkan kekesalannya kepada mereka.


Dila juga mengatakan kepada Bima dan Zeta bahwa mereka berdua juga di pilih karena Paman Aisem dan Bibi Reli menyuruh Dila untuk memberikan liburan ke mereka untuk melepaskan kesedihan masa lalu mereka bertiga.


Bima kemudian menanyakan bagaimana dengan mereka semua.


Timto menjawab bahwa mereka semua tidak masalah jika Bima, Zeta dan Sasha berlibur tanpa keluarga, karena ini adalah hadiah dari kami semua. kata Timto.


Mereka bertiga pun saling berterimakasih kepada semuanya karena hal itu.


Malamnya setelah tau kalau esok pagi diperlukan perjalanan yang cukup sibuk, mereka bertiga menyiapkan persediaan untuk perjalanan menuju museum Zolowq.


dikarenakan tiket VIP tersebut juga bisa memberikan mereka akses untuk menginap disana jika perlu.


Keesokan pagi harinya mereka semua berkumpul di halaman untuk berpamitan pergi.


Setelah berpamitan Sasha akhirnya berangkat dengan ditemani Zeta dan Bima, dan di antarkan oleh paman Aisem.


Karena perjalanan menuju museum tersebut berada pada daerah lain, menyebabkan Mereka perlu mendapatkan rute paling cepat.


dikarenakan daerah yang mereka lalui juga seperti padat penduduk karena musim liburan, dan jika masuk ke tol tentunya bisa.


Alhasil mereka berempat masuk menuju pintu tol dan mengambil jarak tempuh yang kurang dari lokasi museum Zolowq saat mereka keluar dari tol nantinya.


Singkatnya akhirnya mereka tiba di lokasi yang mereka tuju yaitu museum Zolowq, anehnya, museum tersebut dikiranya akan berada pada area perkotaan pada umumnya, namun yang mereka lihat ialah museum tersebut berada pada daerah yang cukup minim penduduk, atau bisa dibilang seperti di pinggiran kota yang lebih asri


Setibanya di gerbang, mereka langsung disambut oleh penjaga pos, namun penjaga pos tersebut langsung mengatakan bahwa informasi berupa Tiket Emas hanya bisa di gunakan oleh peserta yang mendapati, sedangkan yang mengantarkan hanya bisa memasuki museum dengan tarif utama. 


Juga bahwa sekarang ini, museum Zolowq secara keseluruhan di tutup aksesnya untuk acara saat ini. 


Karena hal itu, Paman aisem akhirnya memikirkan cara agar ia bisa memasuki muesum bersama keponakannya. 


Kemudian pada akhirnya, Zeta langsung mengusulkan agar Paman aisem tidak perlu menghawatirkan mereka bertiga, karena Zeta bisa menjaga adik-adiknya. 


Zeta juga mengatakan bahwa Ia telah mempersiapkan peralatan dan barang-barang yang akan diperlukan mendatang. 


Mendengar hal itu sontak Penjaga pos langsung mengatakan bahwa mereka akan senantiasa menjaga tetamu VIP dari kalangan apapun. 


Setelah beberapa sampaian dari penjaga pos, akhirnya Paman aisem menyimpulkan bahwa mereka bertiga akhirnya diperbolehkan untuk menginap dan berlibur di museum Zolowq. 


Kemudian Paman aisem kembali ke mobil dan mengatakan bahwa jika ada sesuatu, hubungi saja Paman aisem. 


Mereka akhirnya berpisah di depan Gerbang. 


Kemudian Sasha bertanya pada penjaga gerbang untuk memberikan arahan menuju kedalam museum Zolowq, dikarenakan mereka belum pernah mengetahui tentang denah museum ini. 


Kemudian penjaga pos langsung menjawab agara mereka bertiga langsung masuk kedalam dan berkumpul di teras pintu besar kayu. 


Mereka pun akhirnya mengikuti arahan penjaga pos, setibanya, mereka melihat sebuah bangunan putih yang di ukir dengan motif dan corak kuno, lengkap dengan air mancur, halaman bata lumut, dan pintu kayu besar bergaya klasik. 



Kemudian mereka disambut oleh kurator museum zolowq tersebut bernama Baron atau kerap dikenal sebagai pak Baron di museum ini, ucapnya. 



Sasha kemudian menanyakan tentang hal apa dahulu yang akan kami laksanakan, dan apa saja aturannya? 



Pak Baron kemudian menjelaskan secara rinci sekaligus menuntun mereka menuju berbagai lokasi-lokasi yang ada di museum zolowq sembari menjelaskan. 



Pak baron menjelaskan, bahwa dulunya museum ini merupakan citra warisan leluhur dari Kerajaan zolowq, dahulu tepatnya pada tahun 1845 dikenang didaerah ini memiliki sebuah sistem monarki non-konsustional bernama Zolowq. 



Didirikan oleh Raja yang namanya telah lenyap, namun kami menyebutnya sebagai Zolowq. 



Dalam kisahnya ia merupakan seorang pemimpin yang dermawan, dan kompetitif, bahkan ketika nama usulan negara ini di beritakan dan hembusan penjajahan tak bersalah, Pemimpin tersebut berhasil melaluinya tanpa memutus ikatan apapun. 



Sampai pada akhirnya kelahiran putrinya bernama Bara, yang pada usia-usia remajanya, tanpa sengaja melakukan kesalahan yaitu merendahkan martabat kelompoknya. 



Sang Raja yang sudah tua, mau tak mau memberikan hak kuasanya pada Sang putri, namun keserakahan akibat trauma dan sakit hati yang tiada pengobatan perlahan-lahan membuat ia menjadi sosok pembawa kekacauan. 



Dikarenakan hal itu, kala itu banyak warga-warga yang akhirnya mendedikasikan perlawanan terhadap pengapit tersebut, untuk pertanggungjawaban atas apapun yang hilang dari mereka karnanya. 



Mereka melakukan sesuatu, pemanggilan perdana mistis kuno. 



Sang putri yang telah menikah pula kala itu telah memiliki kedua putra bernama Baban dan Bias, katanya Pak Baron dengan geram. 



Bias adalah seseorang yang Sangat ingin tahu tentang seluk-beluk sejarah, dan Baban adalah seseorang yang teguh dalam jiwa kepahlawanannya. 



Ibu mereka kemudian tiada meninggalkan mereka pada usia 17, memendam berbagai macam sejarah tentang Zolowq, serta memberikan Hak kepada Baban untuk menjadi penerusnya. 


Meskipun begitu, awalnya Bias tidak peduli akan hal tersebut karena ia juga pasti akan melakukan hal yang sama.


Sampai pada suatu saat secara tiba-tiba ledakan di kastil kamar Baban meledak dan membuat kobaran api. 


Semua anggota yang berada di sana kala itu tumbang, dan menyisakan bekas pertengkaran hebat. 


Menampakkan satu mahluk putih bermata api, yang sampai saat ini kita kenal sebgai, MUNTHE. 


Untungnya kala itu juga banyak penyelidik dan ahli penghalang yang menggunakan kemampuan mereka untuk kebenaran pertama kalinya. 


MUNTHE akhirnya dipenjara, disuatu tempat, tak jauh dari museum ini, dan sangat rahasiakan. 


Sasha kemudian bertanya dimana Kemudian Pangeran Baban pergi?


Pak Baron mengatakan bahwa Baban mungkin mengasingkan diri ketempat yang jauh, menjalani kehidupannya sendiri dengan keluarga yang baru, atau bahkan tidak ada yang benar. 


Dikisahkan juga Bias tewas dalam kobaran api tersebut, menyisakan misteri yang akhirnya mendirikan museum kerajaan Zolowq. 


Kemudian Bima memberitahukan kepada mereka bahwa sebentar lagi sudah mau malam, karena hal itu Bima kemudian menanyakan dimana Ia bisa beristirahat malam ini? 


Pak Baron kemudian menuntun mereka ke sebuah bangunan besar berwarna putih dengan atap genteng yang sudah usang.


Memasukinya, terdapat aula kerajaan lengkap dengan kain permadani merah, lampu gantung hias, kursi kerajaan, lorong kamar, dan berbagai tingkat lantai sebanyak 3 lantai. 


Mereka pun diberi tahukan boleh bebas mengakses berbagai tempat dikarenakan mereka adalah tetamu VIP. 


Zeta menemui Kamarnya, Bima juga, dan Sasha, namun sebelum masuk untuk istirahat, Sasha bertanya pada Baron, berapa lama mereka akan berada di sini. 


Pak Baron kemudian menjawab bahwa mereka akan melakukan tour ini hanya selama sepekan kurang, dan akan dimulai esok siang sembari menunggu tetamu VIP lain. 


Meskipun terkejut ringan mendengar masih ada tamu lain selain mereka, Sasha berterimakasih atas arahnya dan kemudian menutup pintu kamarnya sambil memikirkan keesokan harinya. 


Ketika menaruh barang-barang didalam kamar, perhatian Sasha teralihkan oleh sebuah lukisan didinding yang menggambarkan sebuah seni lukis berupa unggas raksasa yang diselimuti api, dengan reruntuhan bata yang hancur berkeping-keping dibawahnya. 


Sasha terus memperhatikan hal tersebut, namun akhirnya ia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya, sehingga ia melanjutkan bersih-bersih kamar barunya tersebut. 


Sampai pada akhirnya semua beres, dan tepat saat itu terdengar suara ketukan pintu, ketika dibuka, ternyata suara itu berasal dari Pak baron. 


Pak baron memberitahu bahwa nanti malam akan ada lesehan makan malam di aula belakang/dapur istana pada pukul 07;00 pm. 


Sasha kemudian menjawab trimakasih atas informasinya, setelah beberapa saat, Sasha kemudian menuruni tangga ke lantai bawah, dan di sambut oleh Pak baron. 


Setelah Zeta dan Bima ikut berkumpul, mereka bertiga kemudian di Arahkan ke ruang makan yang terlihat elegan dan mewah. 


Setelah mereka duduk, mereka lalu disambut oleh seorang koki yang bernama Nayalusap, dia adalah seseorang disini yang bertugas membagikan sampel-sampel makanan, juga merupakan satu-satunya Juru masak di museum Zolowq.


Serta sedikit menggurutu bahwa bagaimana bisa seorang anak perempuan berusia 12 tahun memenangkan pengundian yang seharusnya tidak dipahami. 


Sasha mengelakkan pertanyaan itu dengan menanyakan Dimanakah letak kamar mandi? 


Sehingga mau tak mau Nayalusap diam dan Pak Baron akhirnya memberitahu dimana letak kamar mandi sembari menanyakan mengapa Sasha ingin kesana? 


Dengan sedikit gugup dan buru-buru Sasha menjawab bahwa ia hanya ingin kembali mencuci tangannya karena dirasanya kurang bersih. 


Sesampainya Sasha di depan cermin wastafel, ia menanyakan soal dirinya sendiri :


"Tidak, tidak, tapi yang dikatakan oleh Koki Nayalusap tersebut ada benarnya juga"


"Seharusnya aku tidak selemah ini, harusnya aku lebih dari siapapun"


Bermaksud bahwa Sasha menyadari bahwa selama ini ia adalah yang paling terbawah dari keluarganya, di ingat seperti ia menjadi pembersih rumah selagi yang lainnya benar-benar bersantai, terlalu ceroboh sehingga ia hilang, dan bahkan Tiket VIP yang seharusnya untuk Dila malahan diberikan ke ia dan juga di perlu di jaga oleh Zeta dan Bima.


Karena hal itu, Sasha akhirnya berasumsi bahwa ia harus terlihat tidak terlalu membebani mereka, serta ingin balas budi akan kasih sayang mereka, namun Sasha masih bertanya pada dirinya, bagaimana? 


Singkatnya setelah makan malam Sasha berada dikamarnya, merenungi sesuatu yang sempurna untuk menjawab pertanyaannya saat itu. 


Kemudian tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, setelah di buka ternyata suara itu berasal dari Nayalusap. 


Sasha bertanya mengapa Nayalusap mengunjungi aula para tamu VIP? 


Nayalusap berkata bahwa ia mendengar perkataan Sasha ketika ia berada didepan wastafel cermin secara tidak sengaja, sembari memberikan solusi, solusi yang ia sampaikan adalah bahwa Sasha bisa balas budi terhadap mereka dengan suatu cara.


Nayalusap kemudian menjawab bahwa Sasha bisa, dengan cara ia harus mengikuti semua instruksi yang diperoleh dari persyaratan-persyaratan di museum ini sehingga sebuah keinginan akan terwujuti sebagaimana seseorang tersebut seperti pemimpin dari Kerajaan Zolowq pada masa lalu.


Sasha bertanya, apa saja Syarat-syaratnya?


Nayalusap menjawab, syarat nya adalah sebuah penelitian tentang silsilah keluarga Sasha, dimana bila Sasha merupakan keturunan dari Keluarga bangsawan yang diceritakan oleh Pak Baron, maka Sasha akan mendapatkan semua yang ada di museum Zolowq ini. 


Seperti mendapatkan gelar Putri, membuka kembali museum Zolowq sebagai sebuah situs kerajaan masa lampau yang masih berdiri, dihormati, disayangi, disanjungi, dan berbagai macam hal yang bisa di perintahkan oleh Sasha sesuka hatinya, setelah ia benar-benar mendapatkan gelar Putri dan memakai sebuah mahkota Perdana. 


Sasha bertanya, apakah sebelum itu ia bisa mendapatkan permintaan apapun? 


Nayalusap menjawab ya, dia bisa, bahkan sebelum mengenakan mahkota, Sasha akan dikenal sebagai putri bangsawan beserta keluarganya.


Sasha berfikir bahwa ini adalah sebuah cara yang tepat kepadanya, sehingga tiada hal lain yang lebih besar dari ini, apalagi ini membawa sebuah nama Kerajaan yang benar-benar istimewa. 


Sasha menjawab ya bahwa Sasha akan melakukan persyaratan tersebut, dan Nayalusap menjawab bahwa persyaratan ini harus rahasia dan akan dilakukan pada pagi hari dan malam hari mulai esok. 


Sasha menjawab bahwa ia akan menerima apapun demi mendapatkan gelar Putri bangsawan tersebut, setelah perbincangan tersebut, nayalusap berpamitan dari tempat itu dan Sasha masuk kembali ke kamarnya, tidur untuk menanti keinginan nya pada hari esok.


Keesokan harinya, Setelah sarapan pagi, Zeta, Bima, Pak Baron Dan Sasha berkumpul di aula bersiap untuk berkeliling museum, sementara itu Nayalusap membuntuti mereka berharap Sesuatu yang dibicarakan tadi malam berhasil dilaksanakan oleh Sasha.


Saat dipertengahan penjelasan salah satu artefak museum, Sasha kemudian menemukan sesuatu yang ia perlukan, yaitu Sebuah gulungan kertas Kuno yang di segel oleh tembaga yang sudah berwarna hijau, terisolasi oleh kaca.


Zeta menyadari Apa yang di lihat oleh Sasha dan menanyakan hal itu, Sontak Sasha menjawab bahwa ia tidak mengapa-ngapa tentang benda itu. 


Namun Zeta meminta Pak Baron untuk menjelaskan benda itu kepada mereka. 


Sasha yang sebenarnya juga ingin mengetahui benda itu akhirnya berdiam diri sambil mendengarkan. 


Pak Baron kemudian menjelaskan sambil memegang Artefak tersebut, ia menjelaskan bahwa Benda tersebut merupakan Papirus terakhir yang disangka dipegang oleh Raja, sebelum akhirnya diserahkan kepada putrinya


Bima bertanya, apa isi dari gulungan kertas tersebut? 


Pak Baron berkata bahwa itu adalah sebuah privasi Museum, Dimana ia tidak bisa memberi tahukan isi dari Gulungan kertas tersebut karena itu adalah sebuah artefak yang tidak pernah dibuka sejak zaman yang sama ketika Raja zolowq terakhir kalinya memegang Benda ini katanya.


Mereka bertiga pun mengeluh, dan akhirnya membiarkan hal itu, namun Dengan sigap Nayalusap mengecoh perbincangan mereka dengan memanfaatkan Tikus yang keluar dari sebuah gerobak dan menuju ke mereka berempat. 


Sontak karena Sasha takut akan hal itu, membuat nya secara tidak sengaja menyenggol Pak Baron yang membuat Gulungan kertas tersebut akhirnya terbuka.


Sasha mengambil lembaran terbuka tersebut dan membacanya. 


Akhirnya mau tak mau Pak Baron akhirnya menjelaskan serta mencari tau Keunikan lain dari Kertas Kuno tersebut. 


Pak Baron berkata bahwa lukisan yang dimaksud adalah sebuah Penulisan ramalan paling salah sepanjang sejarah Kerjaan zolowq kala itu, sehingga kebanyakan Rakyat membenci dan tidak mengangguhkan perintah Raja berdasarkan Ramalan.


Sehingga Raja membuat sebuah Catatan kata, Yang mengatakan sebuah ramalan Dari mimpinya, Padahal itu adalah karanganya saja. 


Pak Baron kemudian mengecek lembaran tersebut dan menjelaskan kembali. 


Dalam lembaran tersebut Adalah sebuah pesan, setelah Pak Baron melihat-lihat isinya, Pak Baron menyimpulkan itu adalah sebuah Kode yang memberikan Informasi bahwa akan ada 1 kemungkinan besar sebuah kejahatan murni untuk kerajaan Zolowq akan berhenti dimasa yang akan datang, kata Pak Baron. 


Serta menunjukkan Peta bahwa akan ada 1 Keluarga yang dipimpin oleh seorang putri dari keluarga mereka yang akan melawan sebuah Mahluk misterius, di sebuah peninggalan dari Kerajaan Zolowq, dari Raja zolowq. 


Kertas pun ditutup dan Sasha bertanya, apa isi dari lembaran yang ditulis Raja zolowq itu merupakan Ramalan atau hanya kebetulan, dan apakah benar akan terjadi? Atau bahkan sudah terjadi. 


Pak Baron menjawab, bahwa hal itu tidak lah masuk akal, dan dalam sejarah Zolowq, tidak ada pristiwa tersebut yang terjadi sama sekali, sampai akhirnya Generasi ke 4 dari Raja Zolowq benar-benar melepaskan kerajaannya, dan perlahan Redup.


Singkatnya, Sasha Berada di jendela Kamarnya, meratapi Tentang Sejarah tersebut.


Tiba-tiba Ketukan pintu, dan setelah dibuka ternyata itu adalah Nayalusap, Nayalusap berupaya memanipulasi Sasha untuk mengungkapkan bahwa ia adalah keturunan dari Raja zolowq tersebut.


Sasha menyela bahwa itu tidak mungkin. 


Nayalusap berkata bahwa ia pernah membuka lembaran yang dimaksud tersebut, Sasha terkejut karena Nayalusap seperti memata-matai mereka, namun Nayalusap langsung menjawab bahwa ia sudah tau. 


Dalam isi Gulungan kertas tersebut tentunya menceritakan ramalan, dan Ia adalah seorang putri dari keluarga yang berkunjung ke masa-masa runtuhnya Kerajaan Zolowq. 


Ini sangat mirip dengan Apa yang ada pada Sasha, kata Nayalusap.


Sasha mulai memahami dan percaya bahwa Ia adalah Keturunan dari Raja zolowq dan Merupakan Seseorang yang dijadwalkan akan menjalani pristiwa tersebut.


Singkatnya menjelang sore, Ada sebuah pengumuman, dan kemudian Sasha menuju ke sumber suara tersebut.


Ternyata ada seorang tamu VIP terakhir yang mendapat tiket VIP tersebut, ia adalah seorang wanita yang cukup Familiar bagi Sasha namun tidak di ingatnya.


Namun setelah wanita tersebut melihat Sasha, ia sangat terkejut sembari memeluknya dan menjawab nama Sasha. 


Sasha pun bingung dan berkata apakah mereka berdua pernah bertemu dahulu? Dengan bingung. 


Wanita tersebut menjawab bahwa tentu saja, Namanya adalah sati, Shafira Sati.


Belum sempat berbincang ke hal lain, Tiba-tiba Zeta dan Bima datang dan Canggung dengan orang tersebut.


Kemudian Sati bertanya apakah ayah mereka ada disini? Dan bagimana kabarnya?


Beberapa pertanyaan dan jawaban yang Sangat datar tersebut akhirnya selesai.


Sati sendiri akhirnya tau bagaimana kondisi mereka sekarang, dan Sasha akhirnya mengetahui Bahwa Sati adalah Ibu kandung nya sendiri.


Dengan keadaan canggung, Sasha bertanya mengapa Ibu bisa sampai kesini?


Sati menjawab bahwa ia kemari karena sebuah Pesan dari Tempat ini yang setiap harinya menyuruhnya untuk kemari, namun alangkah terkejutnya ternyata Putrinya juga terdapat disini.


Dalam bingung Sati kemudian Mencoba membujuk mereka untuk makan malam bersama dengan nya, sekaligus menceritakan masalalu mereka bersama.


Beralih berganti ke sebuah ruang bawah tanah berbatu yang menghalangi sebuah pintu besar yang terkunci.


Ada seseorang yang membawa lampu menuju sebuah pintu besar yang dilihat-lihat seperti memiliki puluhan kunci untuk membukanya.


Namun ia berhasil membuka semuanya hanya dengan satu isyarat kalimat yang mengatakan "Munthe-seeruiaa" sehingga pintunya pun terbuka bebas.


Orang tersebut memasuki dan tiba-tiba keluar sesosok mahluk humanoid putih berwajah seperti kayak bermata api menghadapi orang tersebut dan mulai berbincang.


Perbincangan mereka dimulai dengan mahluk berkata bahwa ia adalah munthe, musuh bebuyutan untuk kerajaan ini, dan mulai melakukan beberapa pertanyaan dari kedua belah pihak :


- Munthe : Siapakah gerangan yang membangunkan ku lagi

*Orang tersebut menjawab bahwa ia Adalah Nayalusap sendiri

- Munthe : Owh.. jadi.. Apakah semuanya berjalan sesuai dengan rencana kita? 

- Nayalusap : Tentu, Sesua perjanjian kita, Mereka semua sudah berkumpul

- Munthe : bagus, Siapkan alur terakhir untuk membuat semua ini sama persis seperti yang ku harapkan

- Nayalusap : Tentu, sesuai dengan kesepakatan kita, kau ingin semua sama seperti sediakala untuk memuaskan balas dendam mu itu, dan untukku setelahnya mendapatkan kekuasaan lewat tempat ini.. *tertawa

- Munthe : Tentu, Sekarang usaha mu sejauh ini harus tetap dirahasiakan, aku tidak mau apapun gagal lagi, dan satu lagi, kau tau kan aku sangat benci dengan yang namanya penghianatan


Nayalusap menjawab sendiri bahwa ia tentu tidak akan melakukan hal tersebut sembari berdiri untuk kembali melanjutkan misi mereka tersebut.


Namun Sebelum melewati pintu, Munthe sekali lagi memberikan pesan bahwa ia tidak akan segan-segan terhadap perkataannya tersebut. 


Nayalusap mengelakkan hal itu, dan menutup pintu, Munthe yang melihat hal tersebut cukup bimbang dengan semua harapan ia saat ini, Munthe kemudian kembali menghadap kebelakang seperti sedang Merenungi sesuatu.


Sorotan beralih ke Sasha yang menuntun ibunya menuju kamar Tamu, Mereka pun mulai berbincang secara rahasia.


Awalnya Sasha bertanya mengapa Ibunya meninggalkannya waktu kecil


Sati kemudian bingung mengapa Sasha menanyakan hal itu, seharusnya ia mengingat dengan apa yang terjadi saat itu juga. 


Sasha menjelaskan apa yang ia derita tentang Amnesia nya, Awal muka ingatannya, Dan bagaimana ia mengenal Keluarganya saat ini.


Setelah memahami Apa yang diderita oleh Sasha, Sati menjelaskan semuanya ketika ia masih bersama dengan mereka.


Sati menceritakan bahwa sebenarnya Sati bercerai dengan ayahnya dikarenakan adanya permasalahan yang didasari oleh salah paham.


Dan ia berpisah ketika Sasha berusia setidaknya 9 tahun, sejak saat itu Sati tidak mendapatkan hak nya untuk mengurus Sasha karena Dari dasar adat keluarga ayahnya.


Karena hal yang mengecewakan tersebut lah Sati akhirnya Tidak ingin mendengar sesuatu dari mereka lagi dan menghilang dari kabar, sampai pada akhirnya ia bertemu kembali dengan putrinya, di sini. 


dan alangkah terkejutnya bahwa putrinya ternyata menderita amnesia.


Sasha kemudian meminta maaf karena seharusnya ia mengingat semua apa yang terjadi bersama Ibunya dahulu, namun karena hal ceroboh yang ia lakukan dahulu menyebabkan ia akhirnya seperti ini.


Sati menjelaskan bahwa ia memafkan tentang itu dan menceritakan masa-masa saat mereka masih bersama.


Setelah mendengar cerita itu, Akhirnya Sati berpamitan kembali ke kamarnya dikarenakan sudah saatnya untuk beristirahat.


Setelah sunyi, Sasha berfikir untuk membalas semua itu, sehingga ia turun dan tidak sengaja bertemu dengan Nayalusap.


Sasha kemudian memaksa Nayalusap untuk membantunya mendapatkan Gulungan tersebut dan mempromosikannya sebagai Seorang keturunan bangsawan.


Sasha juga menjawab bahwa dengan begitu Nayalusap juga akan di promosikan menjadi sesuatu yang bagus.


Karena hal itu akhirnya mereka menjalankan rencana tersebut tanpa berfikir panjang, karena Sasha adalah yang menyarankan agar Nayalusap membantu. 


Akhirnya mereka menjalankan misi mencuri artefak dengan Nayalusap menyamarkan sebagai pencuri dan Sasha sengaja menuntun Pak Baron yang baru saja bangun tidur ke arah Kejadian buatan mereka.


Singkatnya Akhirnya rencana mereka berhasil, membuat Pak Baron mengakui Sasha menyelamatkan Artefak tersebut.


Pak Baron memberi tahu kan bahwa ia akan menunjukkan sesuatu.


Namun Nayalusap terjebak diluar dikarenakan Pak Baron membawa Sasha menuju sebuah ruangan tertutup, meskipun begitu, Nayalusap berusaha untuk mencari jalan masuk. 


Didalamnya Sasha menyaksikan berbagai macam artefak milikmilik, dan bertanya apakah semua ini? 


Pak Baron menjelaskan bahwa ia selalu memperhatikan Sasha ini seperti halnya Sifat Raja Zolowq.


Sasha bingung, Namun Pak Baron kemudian mengalihkan pandangan menuju sebuah kotak yang ditutupi oleh kain merah.


Setelah dibuka, ternyata isi dari kotak itu adalah Mahkota Zolowq dari perak dan emas, lambang Zolowq itu sendiri, serta hiasan permata di bagian luarnya.


Tiba-tiba Pak Baron mengangkat Mahkota tersebut dan Memberikannya kepada Sasha sembari berlutut.


Sasha Bingung dengan apa yang dilakukan oleh Pak Baron, dan bertanya mengapa Ia melakukan hal itu?


Pak Baron menjelaskan bahwa semua ini benar adanya, Sebenarnya Pak Baron mendapatkan usulan untuk mengadakan Pengundian lagi dari museum.


Dan dari salah satu usulan itu di adakan untuk menemukan bahwa keturunan dari raja Zolowq akan mendapatkan gelar sesuai dengan kesepakatan nya dimasalalu.


Sehingga sampai saat ini pula, Sasha, Sasha shafira Sati, Setelah pengecekan berkala, ia benar-benar dipastikan untuk menjadi penerus dari Kerajaan Zolowq ini, kata Pak Baron.


Sasha menolak tawaran itu karena ia merasa belum mampu mengurus Tempat ini.


Pak Baron menegaskan bahwa ia memang akan menjadi bagian dari Tempat ini, tapi Sasha sendirilah yang akan menjadi penerus keluarga Zolowq, dan karena itu pula ia akan di angkat kepemimpinan dan tanggung jawab nya suatu saat dan bukan sekarang. 


Sasha akhirnya berfikir puluhan kali, dan bertanya mengapa tidak kakak-kakaknya saja yang seharusnya lebih layak? 


Buktinya adalah Dibagian permata Terlihat lebih cerah di hadapan Sasha, membuktikannya sebagai yang layak, itu juga yang diinginkan Sasha untuk membalas budi mereka dengan memanfaatkan kesempatan ini? , ucap Pak Baron.


Sasha berfikir sejenak, Dikarenakan inilah satu-satunya cara untuk nya, maka mau tak mau akhirnya ia menerima agar mendapat gelar putri Bangsawan. 


Kemudian Pak Baron menyuruh Sasha untuk mengenakan mahkota tersebut, namun Anehnya setelah Mahkota tersebut diletakkan di atas rambut Sasha, tidak ada samaran Sinar dari 2 permata di kanan dan tengahnya, ini kemudian membuat Pak Baron bingung.


Pak Baron menjelaskan, seharusnya Setelah Mahkota tersebut menemukan pemimpinnya, Ketiga permata akan bersinar, Dimulai dari permata kecil di sisi kiri, kemudian di sisi kanan, dan Pada akhirnya yang ditengah akan bersinar juga, namun yang di bingungkan Pak Baron adalah, Apakah ada ingatan tentang sejarah yang ia lupakan? 


Sasha menyarankan agar Pak Baron memaklumi hal itu, Namun Pak Baron bersih keras untuk mencari tau tentang hal ini, karena ia yakin bahwa permata di Mahkota tersebut akan benar-benar terlihat bersinar ketika Bertemu dengan pemimpinnya.


Sembari Rasa kecewa, Pak Baron tetap menjelaskan kepada Sasha bahwa ia Tetaplah Keturunan Bangsawan, di tandai dengan permata di sisi kiri terlihat bersinar redup sementara di dekatnya. 


Alhasil keesokan harinya Pak Baron akan membuat Promosi Terhadap kembalinya Keluarga Zolowq, keturunan nya, Disini, Mencatatkan sejarah baru untuk mereka.


Apakah Sasha siap? Kata pak Baron


Sasha tentu menjawab ia siap dengan ini


Keesokan harinya, semua berkumpul di depan istana, pada awalnya mereka bingung, namun kemudian dari atas keluarlah Sasha dengan pakaian Ala bangsawa.


Sasha memberitahu kepada mereka bahwa Sejatinya Ia adalah keturunan bangsawan.


Zeta dan Bima Bingung dengan apa yang dibicarakan Sasha, Dan menyuruhnya untuk menghentikan hal konyol tersebut.


Kemudian Pak Baron keluar menyuarakan kebenaran bahwa itu benar, berdasarkan bukti-bukti dari sejarah Kerajaan Zolowq, Akak ada Satu dari Keturunannya Berkunjung kemari dan itu diperkuat lagi dengan Mahkota ini.


sembari Pak Baron menunjukkan mahkota tersebut*


Ia menerangkan, bahwa semua ini didasarkan pada prinsip sejarah Zolowq, Dimana permata pada Mahkota tersebut akan bersinar bila berdekatan dengan Orang yang dipilihnya, terutama apabila ia adalah keturunan dari Kerajaan Zolowq itu sendiri.


Mereka masih bingung, Dan bertanya apakah hal itu benar-benar pasti?.


Pak Baron berkata, semua itu benar adanya, Ia kemudian menyebutkan beberapa Silsilah dari nama Kerabat mereka.


Bima mengingat beberapa, Akhirnya ia mempercayai hal itu, kemudian Pak baron Mengatakan juga beberapa Tentang Peninggalan warisan di Suatu tempat, Yaitu sebuah Rumah Kayu yang kini dikatakan mungkin sudah Lenyap.


Zeta menyadari akan hal itu dan mulai percaya akan hal itu, namun ia hanya diam saja.


Karena itu Dengan ini, Saya mempersembahkan, Kembalinya Pemimpin Zolowq, Sasha Shafira Sati, Dan Mendemonstrasikan Pilihan setelah ini kepada Sasha, *ucap Pak Baron.


Sasha berterimakasih dan kemudian memberikan beberapa pidato dasar yang sebelumnya dibagikan sebagai catatan Oleh Pak Baron.


Kemudian Sati memiliki firasat buruk terhadap Putrinya tersebut, ia juga menyadari bahwa tidak ada Nayalusap di sekitar mereka tersebut.


Sati melihat sekilas Nayalusap memasuki Ruangan yang mengarahkannya ke tangga Atas, Sati menduga bahwa akan ada hal buruk yang dilakukan oleh Nayalusap terhadap Sasha.


Sati menemukan Nayalusap yang hendak Menaiki tangga, Tentunya dengan itu Sati memikirkan cara agar Nayalusap tidak sampai keatas.


Sati mendapatkan ide, Ia menemukan Cara agar Nayalusap terjebak dan tidak menyadari keberadaannya dengan Sati menarik beberapa Tali yang akan menyebabkan Skenario Yang di pikir kan nya.


Dan rencana itu berhasil, Nayalusap Terlilit Tali dan menabrak Dinding setelah tergelincir cukup Cepat di anak tangga melingkar, Menyebabkannya Pingsan sementara. 


Melihat hal itu Sati kemudian bergegas keatas dan memberitahu Sasha untuk tidak mengenakan mahkota tersebut.


Sasha terkejut melihat ibunya berada dibelakangnya, Ia bingung apa yang di ucapkan oleh Ibunya tersebut.


Sasha bersih keras bahwa Semua ini akan baik-baik saja, didukung oleh Pak Baron yang tentunya masih Sedikit lupa tentang Sejarah Mahkota tersebut.


Sasha kemudian mengambil Mahkota dari tangan Pak Baron, Dan bersih keras bahwa Ia akan membuktikannya dengan Mulai mengenakan Mahkota tersebut untuk kedua kalinya.


Sontak Sati langsung menghentikannya, Menyebabkan Mahkota tersebut terlempar keatas dan Mendarat di atas Kepala Sati.


Anehnya, Tidak ada Suara Mahkota jatuh, Dan lebih anehnya lagi, Mahkota tersebut seakan-akan menempel pada Kepala Sati.


Sasha Khawatir kepada ibunya, dan bertanya apakah ia baik-baik saja?


Sati tidak merespon sedikitpun, dibalik itu Mulai terdapat Kabut, Langit seakan-akan tertutup awan, dan hembusan angin dingin menerpa Kawasan Museum.


Pak Baron kemudian mengingat beberapa hal, dan langsung bergegas Mengambil mahkota tersebut dari Kepala Sati, namun kemudian Sebuah Hembusan angin kuat dari Mahkota membuat keduanya Terlempar Dari tempat itu ke Halaman.


Untungnya Sasha Tidak terluka karena terhempas di sebuah kumpulan Dedaunan, sedangkan Baron Terhempas jauh dan cukup keras menyebabkannya Tidak sadarkan diri.


Zeta Kemudian menyuruh Bima untuk menyelamatkan Sasha, Bima bertanya bagaimana dengan Zeta? Zeta mengatakan bahwa waktunya saat ini adalah tugasnya sembari pergi.


Sati kemudian Berubah menjadi sesosok Mahluk berjubah Biru gelap, Rupanya seakan-akan seperti penyihir tanpa topi, Kemudian terbang dan mendarat di depan Sasha.


Mahluk tersebut menamainya sebagai IRIANA, ia adalah pemimpin setelah Raja Zolowq yang disebut sebagai Queen of Chaos Darkness, dan itu nama sebenarnya, Putri satu-satunya dari Raja Zolowq yang mendapat julukan yang tersebut dikarenakan Ia adalah Pen durhaka dan membuat rakyatnya tidak sejahtera. 


Membuat mereka melawan balik secara sembunyi-sembunyisembunyi-sembunyi dengan cara memanggil suatu kekuatan magis bernama Munthe.


Tepat setelah itu juga Keluarlah Si Munthe, ia memperingati si IRIANA bahwa tugasnya adalah menghentikan seutuhnya Jiwa si Iriana bersemayam pada MahkotaMahkota tersebut.


Iriana mengatakan bahwa ia telah insaf, ia tidak ingin ada tanggungan apapun dari warga.


Munthe tidak peduli, Karena itu adalah Urusannya, Munthe hanya ditugaskan oleh warga untuk menghentikan Iriana, Dengan selesai tugasnya tersebut, Munthe akan mendapatkan Kekuatan tanpa batas dari Permintaan yang terlaksana tersebut.


Iriana tetap bersih keras bahwa iya benar-benar telah menghindari Rasa sombongnya saat itu, ia ingin semua melupakan masa lalu.


Munthe Yang tidak peduli pun langsung menyergap Iriana, namun Iriana menahannya dengan Angin kencang.


Pertarungan pun terjadi, Bima yang ingin menyelamatkan Sasha pun terhempas.


Karena hembusan angin yang sangat kencang tersebut, Membuat beberapa material ikut terbawa ke dalam pertarungan yang tidak bisa dilihat secara jelas.


Beberapa Material hampir ingin mengenai Sasha, Namun berhasil dicegah dengan Perisai yang di kenakan oleh Zeta.


Nayalusap Mulai sadar dan mendapati terjadi kekacauan di Sekitar Halaman, Setibanya di luar, Nayalusap melihat Munthe yang sedang bertarung dengan Iriana.


Nayalusap berteriak bahwa ia akan membantu Munthe, Munthe lantas menyadari keberadaannya dan memberikan sebagian kekuatannya kepada nayalusap.


Kemudian Munthe secara tiba-tiba di Serang oleh Zeta menggunakan pedang, menyebabkannya sedikit terluka, Zeta mengatakan bahwa Iriana sudah Insaf, Dan bila Munthe menyerang Iriana, itu sama saja dengan Ia menyerang Ibunya Sasha itu sendiri.


Sontak Nayalusap menghajar Zeta dan bilang bahwa ini bukanlah urusannya, Zeta Bersih keras bahwa ini hanyalah tentang Penerimaan, Apa salahnya Munthe Membiarkan Ia lari dari tanggungjawab kepada Seseorang yang sudah mengakui dirinya bersalah dan meminta maaf.


Nayalusap mengatakan bahwa Itu adalah Tugas Sebenar bagi Munthe, Jika Munthe berhasil, ia akan membuat kita lebih baik.


Zeta tetap tidak percaya dan mengajak Nayalusap untuk mengatakan sejujurnya serta Mengajak untuk gencatan senjata.


Namun Nayalusap yang sudah dikelilingi Kekuatan magis Munthe tetap tidak menyadarkan Keserakahannya tersebut dan berbalik Bertarung dengan Zeta.


Di balik itu Sasha akhirnya menyadari bahwa Sati kini dirasuki oleh Iriana yang sedang bertarung dengan Munthe, dan Zeta sedang mempertahankan Semua itu dengan bertarung melawan Nayalusap.


Sasha mengatakan akan membantu mereka menyelesaikan masalah.


Tapi Bima menghalangi karena hal itu sangat lah berbahaya baginya.


Sasha bersih keras bahwa ia bisabisa membantu, ia tetap Memaksa.


Bima selalu menghentikan perilaku adiknya tersebut, sampai-sampai bertanya mengapa Sasha memaksa hingga seperti ini? 


Sasha akhirnya menyampaikan fakta bahwa sejujurnya ia selama ini merasa bahwa dirinya ada Seorang yang tidak berguna bagi mereka.


Ia mengatakan Bahwa disaat Dirinya ceroboh, mereka berusaha mencarinya, bahkan saat Sasha tidak ada ketika Ayah mulai meninggalkan mereka untuk selamanya, Sasha melupakan semuanya.


Sasha juga bisa begini karena dibantu oleh teman-temannya Saat ia tersesat, Lalu Dibantu pula melalui Tiket liburan dari dila yang seharusnya lebih layak untuk mereka dapatkan ketimbang dirinya, Sasha merasa bahwa ia terlalu lemah dan tidak bisa membalas semua itu... 


Bima memotivasi Sasha bahwa semua itu bukan sebab bahwa Sasha adalah yang terlemah, tapi Itu memberitahu bahwa Mereka semua sayang dengan Sasha, Dan Sasha selalu menerima kenyataan apapun selama ini.


Sasha adalah yang terkuat dari Mereka semua, karena Sasha telah melalui proses yang berbeda dari mereka, Apalagi Sasha hampir mendapatkan gelar sebagai putri bangsawan, maka dari itu, makna dari balas budi bukanlah tentang membalas disaat susah, tapi hargai dan hormati mereka yang ada disisi mu, kita tidak pernah tau kapan mereka akan meninggalkan dirimu, maka dari itu, Bersama-sama adalah kunci untuk menang bersama, ucap Bima.


Sasha akhirnya terdorong atas ucapan Bima, dan meminta maaf atas perilakunya selama ini yang masih menyusahkan.


Bima memafkan Sasha, namun semua itu selesai ketika Zeta Jatuh didepan mereka, ternyata Zeta sedikit kewalahan melawan Nayalusap dengan kekuatan Magis milik Munthe tersebut.


Sasha kemudian meminta kepada Nayalusap untuk segera menghentikan Aksinya tersebut, Tujuannya seharusnya tidak seperti ini.


Nayalusap mendengar hal itu akhirnya berfikir sebelum bertindak, namun Munthe memaksanya dengan memberikan rasa sakit dari kekuatan yang dibagi ke nayalusap agar Ia mau menghabisi mereka semua.


Nayalusap akhirnya mengalah dan akan memulai tindakan tersebut. 


Untungnya Sasha kemudian melihat kearah Pak Baron dari kejauhan sedang tergeletak tak sadarkan diri dan mengatakan namanya.


Nayalusap yang terkejut mendengar hal itu menyadari bahwa Pak Baron terkapar tak sadarkan diri, sontak Nayalusap menghampiri Pak Baron.


Zeta, Bima, Dan Sasha ikut menghampiri Nayalusap dengan rasa keheranan, Sasha bertanya apa yang sebenarnya di inginkan Nayalusap?


Nayalusap dengan perasaan Khawatir pada keadaan Pak Baron,  Nayalusap pun menjawab bahwa semua ini Adalah kebohongan yang dibuatnya.


Zeta, Bima, Sati, Dan Sasha bisa kemari karena Itu adalah salah satu trik yang diberikan oleh Nayalusap agar mereka dapat membuat Skenario Munthe dan Iriana terjadi.


Dengan cara Munthe berhasil menyelesaikan tugasnya untuk menghancurkan jiwa Iriana dan Tubuh yang dirasukinya tersebut, maka Yang membantunya akan mendapatkan Keinginan, Dan keinginan Nayalusap adalah untuk membuat Pak Baron Bahagia.


Dahulu nayalusap adalah seorang yang tidak memiliki apa-apa, sampai akhirnya Pak Baron membantunya, merawatnya, Hingga ia bahkan bisa menjadi juru masak di Kerajaan ini.


Nayalusap ingin membalas Budi Pak Baron, seperti halnya Sasha, tapi iya akhirnya sadar bahwa caranya ini salah, ia minta maaf.


Akhirnya nayalusap sadar diri, Dan berpihak kepada Sasha untuk menghentikan Munthe.


Diantara itu terdapat partikel-partikel aneh disekitar Sasha, ia bingung apa yang terjadi pada dirinya tersebut, lantas partikel-partikel itu menghilang dengan sendirinya dan diabaikan. 


Zeta lantas bertanya, bagaimana cara mengalahkan Munthe?


Nayalusap mengingat beberapa hal, Munthe adalah sebuah entitas yang dipanggil di masa lalu oleh para rakyat Zolowq yang menderita, Ia di panggil dan diberikan tugas untuk membunuh Iriana kala itu.


Namun usahanya selalu gagal, sampai akhirnya Iriana menghilang tanpa sebab, Munthe yang kala itu mengamuk dengan tugasnya yang ia anggap meremehkannya lantas Mengamuk, menyebabkan Desa hampir saja hancur.


Sampai akhirnya Penduduk Mengamankannya, Namun Perintah tersebut tidak bisa di batalkan, sehingga Munthe dikurung didalam tanah, Dipenjara menunggu Iriana ditemukan.


Setelah itu Penduduk juga menemukan Iriana yang sekarat, Namun jika Iriana Tewas diluar tangan Munthe, maka Munthe akan mengutuk seluruh penduduk desa.


Akhirnya jiwa Iriana dipindahkan ke mahkota Zolowq, Berharap Akan ada Sesuatu yang bisa membuat hal ini selesai dengan cara yang baik, Dan para penduduk desa pun Bermigrasi menjauh dari Zolowq, dengan meninggalkan seluruh peninggalan Zolowq di sana, sampai saat ini dikenal sebagai Museum Zolowq.


Munthe dirahasiakan, siapapun yang mengetahui dirinya akan langsung terhasut, dan itu aku, nayalusap, didorong oleh hasrat barusan.


Sasha bertanya lalu mengapa Ia tidak dirasuki oleh Iriana sebelumnya?.


Mengingat itu nayalusap menjawab bahwa mahkota yang dipakai oleh keturunan Dari Zolowq yang dipilih dan kemudian dipakai untuk pertama akan menyebabkan efek Obsesi untuk membuktikan bahwa mahkota itu aman-aman saja.


Sehingga bila mahkota tersebut di lepas dan di taruh kembali di satu orang, baik dia laki maupun perempuan, maka Iriana baru akan merasuki tubuh yang memakai mahkota tersebut.


Itu artinya, mereka hanya perlu menyegel kembali Munthe, dan memberikan pilihan kepada Iriana untuk kembali ke dalam Mahkota Zolowq, dengan begitu, Sati akan selamat.


Tiba-tiba ada baru yang terhempas kearah mereka, sontak Zeta segera ingin menangkis batu tersebut namun ia masih sedikit Terluka, Sebelum akhirnya batu tersebut mengenai mereka, Sasha secara tiba-tiba berlari menuju batu tersebut dan menangkisnya dengan Tombak petirnya tersebut.


Sontak ini mengejutkan bagi mereka yang melihat hal itu, Ternyata Sasha baru saja Berevolusi menjadi YOX, Dimana kemampuan Sasha Adalah Mampu memunculkan Tombak Petir dari tangan kanannya, Dan mampu menepis batu yang ada di depannya.


Sasha kemudian terjatuh karena belum lihai, Namun ia juga bingung mengapa ia bisa menjadi YOX.


Namun semua kebingungan itu sirna ketika mereka diperlihatkan Bahwa Munthe berhasil memojokkan Irian, serta akan mengakhiri semuanya.


Akhirnya Nayalusap memberikan rencana kepada mereka masing-masing, Bima di perintahkan untuk mencuri perhatian Munthe, Sedangkan Sasha nanti akan menyerang dengan kemampuan barunya tersebut, Dan Nayalusap akan Melumpuhkan Munthe, dan mereka pun Memulai rencana tersebut.


Namun sebelum itu, Nayalusap menyuruh Zeta untuk mendengarkannya terlebih dahulu, Setelah ia mengerti, Zeta akhirnya pergi menuju Iriana.


Sebaliknya, Bima mengalihkan perhatian Munthe dengan Senter handphone nya, Menyebabkannya sedikit Terganggu dan mulai terpancing.


Kemudian Sasha berusaha memberikan serangan dengan melempar tombak petir sebanyak-banyaknya, Nayalusap kemudian mengikat Munthe sehingga ia telilit dan hampir saja terjatuh.


Munthe tidak menyerah, Ia kemudian menguatkan mantranya, sehingga Kekuatan yang awalnya diberikan sebagian kepada Nayalusap diserap kembali, menyebabkan Nayalusap melemah, Disaat itu pula Munthe menyerangnya sampai Nayalusap Terhempas cukup keras.


Bima pun terkena serangan sehingga membuatnya melemah, dan Sasha di ikat sehingga ia tidak bisa bergerak sedikitpun dengan kekuatan Magis Munthe.


Munthe ingin melenyapkan mereka semua namun tiba-tiba Munthe mendapatkan serangan dari sekelompok orang, setelah di lihat lebih jelas, ternyata mereka ada keluarga Sasha.


Sasha Terkejut melihat hal itu, Dan sampai bertanya-tanya mengapa mereka semua bisa sampai kesini, dan mereka menjawab bahwa semua ini karena Bima dan Zeta.


Paman Aisem menjawab bahwa Mereka Diberitahukan bahwa Sasha baru saja Dilantik menjadi Putri bangsawan, Dan mendapatkan Masalah disini, karena itu Paman dan sekeluarga Ikut membantu Sasha.


Sasha masih bingung dan bertanya, bagaimana mereka tau jika kami sedang dalam masalah? 


Paman aisem menjawab Karena Bima Tidak pernah mematikan Komunikasi sampai saat ini juga, sembari menunjuk kearah Handphone yang masih aktif dalam rekaman panggilan disana.


Maka dari itu, Biarkan kami membantu, ucap Paman aisem.


Sasha pun menerima permintaan tersebut, Masing-masing Sepupu Sasha pun Mulai mempersiapkan diri dengan Bakat dan kreasi mereka masing-masing.


Dan pertarungan melawan Munthe pun terjadi, Setelah hampir 10 menit, akhirnya Munthe terpojok, Satu-satunya cara untuk mengakhiri hal itu adalah dengan membuat Sebuah Mantra pengurung.


Nayalusap ikut membantu, beberapa dari mereka Mengikat Munthe agar ia tidak bisa menyerang, Sasha kemudian mulai melakukan Mantra pengurung yang diberikan oleh Nayalusap.


Namun efeknya tidak berkerja, disaat-saat itulah Munthe yang sudah pulih pun akhirnya kembali menyerang dengan sekali tebasan.


Menyebabkan yang lain terhempas dan terluka.


Termasuk Sasha, Kemudian Munthe tanpa basa-basi menuju Iriana, namun Bukan untuk menghapusnya, melainkan melepaskan mahkota padanya, kemudian Sati pun terlepas dari Iriana ditandai dengan Efek asap.


Setelahnya Munthe langsung menuju ke arah Sasha dan mengikatnya dengan Kekuatannya dan mulai melampiaskan kekesalannya, Kemudian ia menaruh Mahkota tersebut di kepala Sasha, Setelah hal itu Munthe langsung mengambil pedang Yang keluar dari asap.


Setelahnya ia memulai ancang-ancang untuk Membunuh Iriana yang akan segera Merasuki Sasha.


Pedang pun meluncur kearahnya, namun Zeta berhasil mendorong Sasha sehingga ia terlepas, Tak sempat menghindar akhirnya Zeta terkena dampaknya.


Seluruh yang berada di tempat itu pun terkejut melihat Zeta di habisi oleh Munthe didepan mata mereka tersebut, Disaat-saat Itu pula Zeta mengeluarkan Mahkota asli dari tangannya, Dan meletakkannya di atas Kepalanya.


Sontak Zeta langsung terasuki oleh Iriana, Dan Iriana Juga terkena Serangan itu, pedang yang tertancap pun membuat Iriana kesakitan dan jatuh tersungkur lemas, dan semuanya langsung menemui Iriana dan Zeta serta Sasha.


Sasha dan Bima tentu saja meratapi Hal tersebut dengan sangat Sedih dan Bingung, Bertanya-tanya mengapa Zeta mengorbankan dirinya.


Iriana yang Masih bisa berbicara berusaha berkata bahwa ini semua adalah pilihannya Zeta itu sendiri, ia menemuiku dan memberikan Saran agar semua permasalahan ini segera Selesai, dengan cara ia mengalah dari Munthe.


Iriana menjawab bahwa ia memang akan menerima hal itu, namun satu-satunya cara untuk menghapusnya adalah dengan bersama orang yang ia rasuki tersebut, selain karna Bisa bertemu dengan para keturunan ku, aku juga berterimakasih kepada kalian telah menyelesaikan Urusan ku ini, sekarang kalian bisa berbicara kepada Zeta, saya pamit, ucap Iriana sembari ia perlahan pergi dengan ditandai lepasnya Mahkota dari kepala Zeta.


Juga Diikuti oleh Munthe yang mulai ter abstraksi akan lepas dari tugasnya, Ia sebenarnya tidak mau seperti ini, tapi mau bagaimana lagi, Jadi saya hanya bisa pamit dengan berkata, Maaf, Dan Munthe pun Menghilang menjadi abu yang tersapu oleh angin.


Perlahan Zeta mulai kembali, Namun ia tetap terkena luka tersebut.


Tentunya Karena hal ini Sekeluarga bersedih, paman aisem Meratapi Salah satu keponakannya, Nayalusap yang merasa bersalah, Bima dan Sasha tersungkur Luluh dihadapan Zeta.


Bima dan Sasha menangis tanpa henti, sampai Zeta mengusap kedua air mata mereka, Menyemangati mereka untuk terus bersabar dengan hal ini, Zeta memang sepantasnya seperti ini, Tugasnya adalah untuk melindungi adik-adiknya dan itu tuntas disini.


Teruslah kuat kalian, Saya senang bisa bersama kalian disaat-saat terakhir ini, Satu-satunya balas budi yang baik adalah dengan menghormatinya terlebih dahulu, dan Zeta mengingatkan itu kepada mereka.


Trimakasih kepada Paman asiem dan yang lainnya, karena telah merawat mereka semua, menyayangi mereka, Dengan Ketulusan, Ucap Zeta.


Sekarang saatnya Bagi Zeta meninggalkan mereka untuk selama-lamanya, Sontak Sasha menangis lebih keras tidak Terima dengan perkataan tersebut, namun Zeta bersih keras Bahwa Sasha dan Bima adalah anak yang kuat dan itu membuatnya Bangga akan diri mereka saat ini.


Zeta juga berpesan bila pada akhirnya ia pergi, Taruhlah ia di Museum ini saja untuk mengenang Peristiwa ini, Agar Kalian tidak terlalu mengingat Dirinya terus menerus yang akan menggangu Masa depan mereka, dan permintaan itu akhirnya di setujui oleh mereka.


Teruslah berkembang, Kalian yang paling kuat dari yang lain, Saya bangga dengan kalian, Ucap Zeta, perlahan-lahan Ia melemas Dan akhirnya pergi untuk selamanya.


Semua akhirnya berduka atas kepergian Zeta, Sasha dan Bima terus bersedih...


Hari akhirnya berganti, Setelah Pemakaman, Keluarga Zolowq Sedang berdiskusi Tentang apakah mereka akan pulang hari atau tidak, namun Paman aisem mengatakan untuk menunggu Sasha saja, Bila ia mengenakan Gaun kerajaan maka Ia akan disini, Jika tidak maka ia memilih.


Setelahnya Sasha akhirnya keluar dari Kamarnya Menuju aula Dan ia tidak mengenakan Gaun dan mahkota Zolowq, Sasha berpesan bahwa semuanya selesai disini.


Nayalusap kemudian bertanya, apa Setelah ini Sasha akan selalu berkunjung kemari, serta memberikan pilihan untuk dilantik kembali menjadi Putri bangsawan?


Sasha memberitahu bahwa disaat ada waktu, akan ia usahakan bisa kemari, dan menjawab bahwa gelar putri itu memang semestinya tidak cocok dengan nya, Termasuk Era kerajaan yang memang seharusnya tidak ada sekarang.


Namun jika untuk pemimpin, Sasha memberikan wewenang tersebut langsung kepada Nayalusap itu sendiri.


Nayalusap pun Dengan canggung tidak mungkin akan menerima hak tersebut karena merasa bersalah atas kesalahan sebelumnya, maka ia merasa tidak pantas mendapatkan hal itu.


Namun Sasha berkata jika bukan dia yang akan mengurus Peninggalan ini, lalu siapa?


Pak Baron yang sekarang berada di kursi roda pun Menyetujui hal itu, bilang bahwa Memang Sepantasnya Kepemilikan Pengelolaan Museum ini sekarang dipegang oleh Nayalusap, Itu akan membuat Apa yang di impikan Nayalusap untuk Pak Baron Selesai.


Setelah dipikir-pikir akhirnya Nayalusap menerima Hal sebagai pemimpin pengelolaan Museum Zolowq kedepannya.


Kemudian Sati muncul dan bertanya Kepada Sasha jika Sati tidak mungkin akan ikut bersama Sasha setelah ini, Maka ia sangat senang untuk saat ini bertemu kembali dengan putrinya tersebut, dan bertanya Apa yang akan dilakukan Sasha setelah ini? 


Sasha menjawab jika Ia mungkin sudah waktunya memahami yang ada disekitarnya, apalagi ia Sekarang adalah Yox juga, Maka dari itu Sasha akan Melanjutkan pendidikannya di Akademi Yox.


-

-

-

-


Post credits Note:


 


- Setelah berkunjung di rumah, Sasha akhirnya berpamitan dengan Orang-orang dirumah, Kini ia akan berusaha untuk menjadi Seorang Putri Yang lebih baik dan kuat dengan tinggal di Akademi YOX




- Sesampainya disana, Sasha berpamitan di halte bus yang menuju Akademi dengan Bima, Namun sebelum itu Bima memberikan salah satu hadiahnya yaitu sebuah Sweater Lama milik Sasha yang ia ubah, dengan lambang Zolowq yang akan membuatnya mengingat mereka, dan kini Sasha tinggal menunggu.




Dan Cerita ZBS 2


"TAMAT"


Dukung kami kembali agar kami bisa selalu mengupload konten-konten menarik di sini melalui :


💵 Dukungan Finansial 💵

https://saweria.co/GARTAWARA


🔍 Link tree 🔎

https://linktr.ee/gvochanel



Jangan lupa untuk terus baca informasi tentang gartawara di media sosial manapun, mari terus dukung Karya anak bangsa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S1/E4 : Bidang cahaya

ZBS 3 : Seven Scion

S1/E1 : Tempat tinggal baru